Laris Manis, Wisata Petik Melon di Joho Prambanan Klaten Ramai Pengunjung

Laris Manis, Wisata Petik Melon di Joho Prambanan Klaten Ramai Pengunjung
Pengunjung memilih melon yang dikembangkan di greenhouse Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kamis (3/9/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Medianusantara.site, KLATEN — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mengembangkan wisata petik melon perdana. Budi daya dilakukan melalui green house dan menjadi bagian dari program ketahanan pangan.

Lokasi green house di lahan yang berada di pinggir tol Jogja-Solo. Wisata petik melon sudah berlangsung sejak awal pekan ini. Melon yang dibudidayakan jenis premium yakni Sweet Lavender berkulit kuning dan Golden Aroma berkulit hijau.

Pengunjung bisa datang, memilih dan petik sendiri di dalam green house. Harga per buah tergantung berat. Per kilogram melon dihargai Rp35.000. “Ini sudah berlangsung tiga hari ini. Kalau masih ada, kami buka sampai Minggu [6/9/2026],” kata Kepala Desa (Kades) Joho, Yulis Tanto, saat ditemui Kamis (3/9/2026).

Wisata petik buah kali ini menjadi yang perdana. Ada 1.000 pohon yang dibudidakan di dalam green house.  

Yulis Tanto mengatakan pembangunan green house menggunakan anggaran ketahanan pangan 2026 senilai Rp80 juta. Bangunan dengan atap dan dinding transparan itu berukuran 500 meter persegi dan dibangun di tanah kas desa.

Pengembangannya dilakukan BUMDes melalui skema kerja sama dengan agrowisata setempat. Hasil panen perdana dinilai memuaskan dan direncanakan terus dikembangkan dan diperluas.

“Rencana ke depan arena ini untung, akan kami perluas untuk green house. Rencana kami menambah satu green house lagi dengan total luas lahan sekitar 1 hektare,” kata Yulis Tanto.

Waktu budi daya yang relatif singkat menjadi alasan desa memilih budi daya melon. Rata-rata, buah bisa dipanen setelah 65 hari tanam. Di sisi lain, melon menjadi salah satu buah yang digemari masyarakat. “Waktu budi daya untuk melon itu lebih epat. Selama 65 hari sudah bisa petik. Jadi bisa lihat langsung hasilnya. Kalau yang lain agak lama,” ungkap Yulis Tanto.

Suasana di greenhouse Desa Joho, Kecamatan Prambanan yang digunakan untuk budi daya melon Sweet Lavender dan Golden Aroma, Kamis (3/9/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)
Suasana di greenhouse Desa Joho, Kecamatan Prambanan yang digunakan untuk budi daya melon Sweet Lavender dan Golden Aroma, Kamis (3/9/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Direktur BUMDes Joho Berdikari, M. Adi Purnomo, mengatakan pengembangan budi daya melon itu bekerja sama dengan pihak swasta. Ada dua pekerja yang mengelola budi daya melon. “Alhamdulillah wisata petik buah yang sudah berjalan antusiasnya lumayan tinggi. Untuk jenis yang dibudidayakan memang melon premium,” kata Adi.

Adi menjelaskan melon Sweet Lavender memiliki cita rasa manis dan renyah. Sementara, Golden Aroma memiliki cita rasa manis dengan tekstur daging buah lebih lembut. “Rata-rata bobot buah yang dibudidayakan kali ini per biji sekitar 2 kg,” kata Adi.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi pengembangan potensi ketahanan pangan di Desa Joho. Dia menilai ketahanan pangan tidak sebatas beras. Berbagai komoditas pertanian bisa dikembangkan sesuai potensi yang ada di masing-masing wilayah seperti jagung, buah-buahan hingga sumber protein seperti peternakan dan perikanan.

“Kami menyampaikan matur nuwun di Joho ada hal yang sangat luar biasa. Kalau isu hari ini adalah ketahanan pangan, di Joho sudah luar biasa berlimpah. Tidak hanya beras, di sini sudah berkembang, ada jagung, buah-buahan dan sumber protein juga ada yakni budi daya lele,” kata Hamenang.

Leave a Reply