Medianusantara.site, NGAWI – Kementerian Sosial (Kemensos) mengucurkan bantuan senilai Rp435 Miliar untuk penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra pada tahun 2025 lalu. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan isi hunian dan jaminan hidup (jadup) bagi ribuan warga yang terdampak bencana.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah Kemensos melakukan verifikasi terhadap data yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana Sumatra.
“Kami dari Kementerian Sosial, setelah melakukan verifikasi data dari usulan kabupaten/kota di provinsi terdampak bencana Sumatra beberapa bulan yang lalu, mulai menyalurkan bantuan untuk isi hunian dan jaminan hidup dengan total nilai Rp435.327.550.000,” ujarnya di Ngawi, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan data rekapitulasi bantuan pascabencana Kemensos, bantuan isi hunian mencapai Rp322.827.000.000 untuk 107.609 kepala keluarga (KK). Sementara bantuan jaminan hidup mencapai Rp112.500.550.000 untuk 83.333 jiwa yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di tiga provinsi.
Mensos RI itu merinci, Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yakni bantuan isi hunian untuk 101.900 KK senilai Rp305,7 miliar serta jaminan hidup bagi 16.857 jiwa senilai Rp22,756 miliar. Total bantuan untuk wilayah tersebut mencapai Rp328,456 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Nagan Raya mendapatkan bantuan isi hunian untuk 51 KK senilai Rp153 juta dan jaminan hidup bagi 182 jiwa senilai Rp245,7 juta. Total bantuan mencapai Rp398,7 juta. Sementara Kota Langsa menerima bantuan jaminan hidup untuk 24.203 jiwa senilai Rp32,674 miliar.
Di Sumatra Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah menerima bantuan isi hunian untuk 5.626 KK senilai Rp16,878 miliar serta jaminan hidup bagi 41.555 jiwa senilai Rp56,099 miliar. Total bantuan mencapai Rp72,977 miliar. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan bantuan isi hunian untuk 32 KK senilai Rp96 juta dan jaminan hidup bagi 127 jiwa senilai Rp171,45 juta dengan total bantuan mencapai Rp267,45 juta.
“Di Sumatra Barat, bantuan jaminan hidup diberikan kepada 409 jiwa di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan nilai Rp553,15 juta,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan penyaluran bantuan dilakukan dengan pendataan dan verifikasi secara ketat. Menurut dia, setiap penanganan bencana diawali dengan pendataan dari daerah sebelum data tersebut divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selain penanganan pascabencana di Pulau Sumatra, Kemensos terus menyalurkan bantuan untuk wilayah lain yang terdampak bencana, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Setiap bencana langsung mendapatkan atensi. Bantuan ini diawali dengan pendataan terlebih dahulu. Setelah datanya terverifikasi dan divalidasi oleh BPS serta Kementerian Dalam Negeri, baru kita salurkan. Untuk NTT juga sama, tapi untuk jumlahnya saya tidak hafal,” kata dia.

Leave a Reply