Perkuat Perawatan Bayi Prematur, RS JIH Solo Hadirkan Terapi Surfaktan

Perkuat Perawatan Bayi Prematur, RS JIH Solo Hadirkan Terapi Surfaktan
Salah satu penyulit medis utama yang paling sering dialami oleh bayi prematur saat lahir adalah gangguan pernapasan berupa sesak napas. (magnific.com)

Medianusantara.site, SOLO—Persalinan prematur dan kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sering kali menjadi tantangan berat bagi tumbuh kembang bayi baru lahir. Beberapa masalah yang kerap muncul pada kondisi tersebut yakni gangguan pernapasan pada bayi.

Tindakan cepat dan tepat harus dilakukan dalam situasi tersebut, di mana saat ini layanan tersebut juga menjadi alah satu unggulan yang dimiliki Rumah Sakit (RS) “JIH” Solo. 

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) “JIH” Solo, dr. Kartun Henky Sulistyo, M.Sc., Sp.A., Subsp. Neo., menyampaikan salah satu penyulit medis utama yang paling sering dialami oleh bayi prematur saat lahir adalah gangguan pernapasan berupa sesak napas.

Hal ini terjadi karena organ paru-paru bayi prematur belum siap sempurna. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan terapi surfaktan. 

“Jadi, salah satu unggulan dari perawatan bayi prematur adalah pemberian surfaktan. Ini adalah cairan yang diberikan langsung ke dalam paru-paru bayi prematur. Terutama bayi prematur atau dengan berat badan rendah yang mengalami sesak napas pada saat lahir,” jelasnya. 

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) JIH Solo, dr. Kartun Henky Sulistyo, M.Sc., Sp.A., Subsp. Neo. (Istimewa)
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) JIH Solo, dr. Kartun Henky Sulistyo, M.Sc., Sp.A., Subsp. Neo. (Istimewa)

Melalui pemberian surfaktan, diharapkan paru-paru bayi dapat mengembang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dengan begitu bayi tersebut bisa mempertahankan kehidupannya.

Dijelaskan, surfaktan sangat penting untuk diberikan pada bayi-bayi prematur dengan sesak napas. Harapannya meski bayi lahir prematur dengan berat badan 1 kg tau 1,5 kg, tetap bisa bertahan melewati masa-masa kritisnya. 

Keberhasilan terapi surfaktan sangat bergantung pada ketepatan waktu pemberiannya. Pemberian surfaktan hanya diberikan sekali pada saat bayi lahir. 

“Perlu diperhatikan bahwa golden period pemberian surfaktan pada bayi prematur yang sesak nafas adalah saat lahir sampai usia 6 jam” kata dr. Kartun.

Setelahnya akan dilakukan pemantauan di RS JIH Solo dengan alat bantu napas. Setelah diberikan surfaktan, bayi juga diberikan nutrisi secara dini dan agresif. Jadi bayi prematur harapannya bukan saja bisa hidup dengan selamat, tapi kualitas hidup bayi juga akan baik-baik saja. Baik secara kepintaran, tumbuh kembangnya, akan sama seperti bayi pada umumnya.

Leave a Reply