Medianusantara.site, SRAGEN — Sebanyak 6.081 Pramuka Garuda dilantik dan dikukuhkan secara serentak di halaman Kantor Terpadu Pemda Sragen. Mereka merupakan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak se-Kabupaten Sragen.
Pelantikan dan pengukuhan ribuan Pramuka Garuda dilaksanakan Sekretaris Mabicab Hargiyanto yang mewakili Ketua Mabicab Pramuka Sragen Sigit Pamungkas yang tidak dapat hadir. Dalam pelantikan tersebut hadir Ketua Kwarcab Pramuka Sragen Suwardi bersama para pengurus. Ribuan anggota Pramuka juga melakukan flashmob tarian seusai pelantikan.
Ketua Panitia Kegiatan, Sukisno, mengungkapkan pelantikan dan pengukuhan Pramuka Garuda dilaksanakan secara serentak se-Kabupaten Sragen. Dia menyatakan kegiatan tersebut bertujuan mengetahui sejauh mana tingkat pencapaian dan pembinaan Pramuka di tingkat gugus depan.
Dia mengatakan Pramuka Garuda juga menjadi ruang dan kesempatan bagi para Siaga, Penggalang, dan Penegak untuk mencapai tingkatan tertinggi dalam Pramuka.
“Ribuan Pramuka Garuda tersebut terdiri atas Pramuka Siaga sebanyak 3.459 orang, Pramuka Penggalang ada 1.574 orang, Pramuka Penegak ada 1.048 orang. Total peserta Pramuka Garuda 2026 ada 6.081 orang. Mereka sudah melalui proses penilaian dan pengujian di masing-masing Kwartir Ranting,” jelas Sukisno.
Terpisah, Sekretaris Mabicab Pramuka Sragen Hargiyanto menerangkan momentum pelantikan dan pengukuhan Pramuka Garuda merupakan hal yang membanggakan karena menunjukkan pencapaian 6.081 Pramuka Garuda.
Dia menyatakan 6.081 orang bukan sekadar angka, tetapi di dalamnya ada 6.081 perjuangan, ketekunan, harapan, dan masa depan yang disiapkan untuk Kabupaten Sragen.
“Di balik angka tersebut ada proses pendidikan dan ujian panjang; ada kedisiplinan, kerja keras, bimbingan, doa orang tua, dan perjuangan para pembina serta seluruh Gerakan Pramuka di Kabupaten Sragen. Pencapaian Pramuka Garuda bukan siapa yang paling tinggi, tetapi tentang siapa yang paling besar manfaatnya,” jelas dia.
Dia menyatakan Pramuka Garuda ibarat tunas yang sedang tumbuh dengan akar yang kuat berupa kejujuran, disiplin, gotong royong, kepedulian, dan cinta Tanah Air. Pohon yang tinggi tanpa akar yang kuat akan mudah tumbang. Demikian pula daerah yang maju tanpa generasi berkarakter akan kehilangan arah dan tujuan.
“Adik-adik adalah generasi yang menyongsong masa depan Sragen. Kelak di antara kalian ada yang menjadi guru yang mencerdaskan, dokter yang menyembuhkan, pengusaha yang memberi lapangan pekerjaan, petani yang menjaga ketahanan pangan, aparatur negara yang memberikan pelayanan, dan berbagai profesi lainnya. Apa pun profesi kalian, kakak berharap jadilah manusia berkarakter,” pesan dia.
Hargiyanto mengatakan ilmu tanpa karakter dapat kehilangan pedoman, kecerdasan tanpa kejujuran dapat menghilangkan kepercayaan, dan keberhasilan tanpa kepedulian akan kehilangan rasa kemanusiaan.
“Garuda bukan tentang seberapa tinggi terbangnya, tetapi siapa yang paling besar memberikan manfaatnya.”

Leave a Reply