Kata-kata Terakhir Jevon ke Ayah: “Mangkat Bareng, Mati Bareng, Sukses Bareng”

Kata-kata Terakhir Jevon ke Ayah: “Mangkat Bareng, Mati Bareng, Sukses Bareng”
Suasana rumah duka Jevon di Ngringo, Jaten, Karanganyar pada Selasa (29/9/2026) malam.

Medianusantara.site, KARANGANYAR — “Mangkat bareng, mati bareng, sukses bareng.” Kalimat itu kompak diucapkan tiga pemuda asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, sebelum berangkat ke Kalimantan.

Kalimat itu seolah menjadi firasat bagi keluarga Jevon Joechelin Jotham, 19. Ucapan itu disampaikan saat Jevon  bersama dua sahabatnya, Aldo Nurahmansyah, 19, dan Ahda Dhiyaurohman, 18, melakukan panggilan melalui video call dengan sang ayah, Totok Haryono pada Kamis (11/9/2026) malam.

Tak ada yang menyangka, kalimat tersebut justru menjadi percakapan yang begitu membekas setelah KM Virgo Transport 8 yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Bagi ayah Jevon, Totok Haryono, ucapan tersebut kini terasa seperti firasat. Terlebih, Jevon dan Aldo kemudian ditemukan sebagai korban, sementara keluarga Ahda masih menunggu kepastian identifikasi.

“Mangkat bareng, mati bareng, sukses bareng,” kata Totok mengingat kembali ucapan ketiganya saat video call saat berbincang dengan Espos di rumah duka, Selasa (29/9/2026) malam.

Totok mengatakan saat itu ketiganya memang akan berangkat bersama menuju Kalimantan untuk mencari pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Sebelum berangkat, anak keduanya itu sempat berpamitan kepada Totok. Komunikasi terakhir antara ayah dan anak tersebut terjadi ketika Jevon hendak berangkat menggunakan kapal. Sekitar pukul 10.00 WIB, Jevon menelepon Totok untuk meminta doa restu.

“Ya minta doa restu,” ujar Totok.

Sang Ayah Tunggu Televon dari Jevon

Dalam percakapan tersebut, Jevon juga mengatakan akan menghubungi ayahnya setelah tiba di Kalimantan. Dia berencana menelepon sekitar pukul 07.00 WIB setelah kapal sampai di pelabuhan.

Namun, telepon yang ditunggu Totok tidak pernah datang. Kabar yang justru diterima Totok adalah berita mengenai tenggelamnya kapal yang ditumpangi putranya. Totok pertama kali mengetahui kabar tersebut melalui platform media sosial TikTok.

“Saya lihat tayangan TikTok. Pertama kali cuma biasa saja. Tapi kepikiran kalau anak saya itu kapalnya ada di kapal,” katanya.

Totok kemudian mencoba menghubungi Jevon. Namun, tidak ada jawaban. Pada malam harinya, dia pun langsung berangkat ke Surabaya. Setelah lebih dari dua pekan menunggu, keluarga akhirnya mendapat kepastian mengenai keberadaan Jevon. Jenazah pemuda tersebut telah teridentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Totok mengatakan kabar identifikasi Jevon diperoleh dari dokter forensik Banjarmasin.

“Dari dokter forensik Banjarmasin. Mengabarkan kalau Jevon sudah diidentifikasi. Terus ciri-cirinya sudah fix,” ujarnya.

Berdasarkan laporan perkembangan identifikasi korban, jenazah nomor PM 064 teridentifikasi identik dengan AM 067 JT atas nama Jevon Joechelin Jotham. Identifikasi dilakukan berdasarkan data primer berupa pemeriksaan gigi serta data sekunder berupa ciri medis dan properti.

Totok mengatakan terdapat ciri khusus pada jenazah yang sesuai dengan putranya, yakni kalung dan tanda lahir di bagian siku.

“Kalung sama tanda lahir di siku berupa toh dan itu masih terlihat,” katanya.

Menurut Totok, Jevon ditemukan hampir bersamaan dengan Aldo. Namun, saat itu jenazah masih menunggu proses identifikasi.

“Ditemukannya sama Aldo hampir sama. Jadi sebenarnya sudah ditemukan, hanya belum teridentifikasi. Masih menunggu,” ujarnya.

Akan Dimakamkan di Astanalaya Purwoloyo

Jenazah Jevon selanjutnya rencana dipulangkan dari Banjarmasin menuju Semarang menggunakan pesawat pada Rabu (30/9/2026) pagi. Dari Semarang, jenazah dibawa melalui jalur darat menuju Karanganyar.

“Katanya besok pagi jam 7 mau diterbangkan ke Semarang. Semarang terus ke sini, jalur darat,” kata Totok.

Jevon rencananya dimakamkan pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Astanalaya Purwoloyo, Pucangsawit, Jebres, Solo, bersama Aldo yang lebih dahulu ditemukan dan dipulangkan.

Pantauan Espos di rumah duka Jevon di Griya Pesona Ngringo Indah, Jalan Pesona 3 Nomor 30, Karangrejo, Ngringo, Karanganyar, Selasa malam, rumah tersebut mulai ramai didatangi kerabat dan tetangga.

Tratak dan kursi telah dipasang di depan rumah untuk para pelayat. Keluarga Aldo juga tampak berada di rumah duka Jevon.

Di tengah suasana duka, ucapan tiga sahabat sebelum berangkat ke Kalimantan kembali teringat.

“Mangkat bareng, mati bareng, sukses bareng.”

Bagi Totok, kalimat tersebut kini terasa berbeda setelah mengetahui nasib ketiganya. Apa yang kala itu terdengar seperti gurauan atau ungkapan kebersamaan justru menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Totok tidak pernah menyangka kalimat yang diucapkan putranya bersama dua sahabatnya itu akan menjadi bagian dari kisah terakhir perjalanan mereka.

Kini Jevon telah teridentifikasi dan segera dipulangkan. Aldo telah lebih dahulu dimakamkan, sedangkan keluarga Ahda masih menunggu kepastian identifikasi.

Kalimat “mangkat bareng, mati bareng, sukses bareng” pun tinggal menjadi kenangan terakhir tiga pemuda Ngringo sebelum perjalanan mereka berakhir dalam tragedi KM Virgo.

Sebagaimana diketahui Jevon, Ahda dan Aldo dari Surabaya menuju Banjarmasin hendak bekerja di perkebunan kelapa sawit. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi petaka setelah KM Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Dari tiga pemuda asal Ngringo tersebut, Aldo menjadi korban pertama yang ditemukan dan dipulangkan ke keluarga. Jenazah Aldo tiba di rumah duka di Perumnas Palur, Desa Ngringo, pada Rabu (23/9/2026) siang dan dimakamkan beberapa jam kemudian di Astanalaya Purwoloyo, Pucangsawit, Solo.

Leave a Reply