Motor Terjerat Kabel Internet Nglewer, Warga Tanon Sragen Jatuh dan Patah Tulang

Motor Terjerat Kabel Internet Nglewer, Warga Tanon Sragen Jatuh dan Patah Tulang
Kondisi kabel Internet terlihat semrawut di tiang yang berada di pinggir jalan Tanon-Sumberlawang, tepatnya di Jati, Sumberlawang, Sragen, Kamis (1/10/2026)

Medianusantara.site, SRAGEN — Seorang penjahit asal Dukuh Karangsido RT 005, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sumiatun, 41, menjadi korban ketiga akibat kabel jaringan Internet ngelewer di wilayah Kabupaten Sragen. Sumiatun terjatuh saat mengendarai sepeda motor Honda Beat lantaran sepeda motornya terjerat kabel jaringan internet di Jalan Tanon-Sumberlawang, Dukuh Ploso, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen pada Selasa (29/9/2026).

Akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tersebut, kaki kanan Sumiatun patah dan harus menjalani operasi bedah di RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta pada Selasa malam.

Pada Kamis (1/10/2026), Sumiatun bisa pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Kebetulan Sumiatun memiliki kartu BPJS Kesehatan sehingga biaya operasi ditanggung BPJS. Namun, untuk biasa transportasi dan operasional lainnya menghabiskan uang yang tidak sedikit.

Sumiatun saat dihubungi Espos, Kamis malam, menjelaskan kronologi lakalantas yang dialaminya. Dia berkisah peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 13.00 WIB saat hendak menjemput anaknya yang sekolah di MTsN. Sumiatun mengendarai sepeda motor Honda Beat. Saat melintasi jalan Tanon-Sumberlawang, Sumiatun tak menyadari kalau ada kabel jaringan internet yang nglewer di jalan.

“Kabelnya berukuran kecil sehingga tidak begitu terlihat. Kabelnya ngelewer agak ke tengah jalan. Sepeda motor saya terjerat kabel, kemudian terjatuh dan terlempar ke jalanan. Untungnya tidak ada kendaraan dari belakang. Warga sekitar berdatangan dan kebetulan ada yang saya kenal. Posisi saya di tengah dievakuasi ke pinggir yang kebetulan di depan rumah teman saya. Saya sadar,” jelas dia.

Dia menerangkan warga ada yang menghubungi keluarga. Sumiatun dievakuasi menggunakan mobil elf ke Puskesmas Sumberlawang dan kemudian dirujuk ke RS Yakssi Gemolong. Dia mengatakan dari RS Yakssi kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Solo dan akhirnya dibawa ke RS Ortopedi Surakarta. Sesampainya di RS Ortopedi, Sumiatun diobservasi dan langsung dilakukan tindakan operasi pada kaki kanan yang patah.

“Setelah ini nanti 1-2 bulan lagi dilakukan operasi lagi untuk pasang pen dalam. Proses pengobatan masih lumayan panjang. Saya minta pertanggungjawaban kepada pemilik kabel intenet itu karena sekarang saya tidak bisa apa-apa. Aktivitas saya menjadi terhambat. Antar-jemput anak juga tidak bisa. Biasanya saya bekerja menjahit juga berhenti,” jelas dia.

Sumiatun terpaksa menitipkan kepada tetangga untuk menjemput anak. Setelah sepeda motor selesai diperbaiki di bengkel, ujar dia, mungkin anak bisa berangkat sendiri ke sekolah. Hasil pekerjaan Sumiatun menjadi sumber pendapatan keluarga. Suaminya bekerja serabutan buruh bangunan yang tidak pasti penghasilannya. Dia merasa dirugikan akibat kabel jaringan internet tersebut.

Leave a Reply