Medianusantara.site, SUKOHARJO – Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu daerah penyangga lumbung jagung nasional dengan produksi jagung mencapai 3,7 juta ton sepanjang 2025. Sukoharjo turut menjadi kontributor produksi jagung di Jawa Tengah dengan jumlah produksi mencapai 6.449 ton.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo melakukan panen jagung di lahan pertanian Gapoktan Krido Dharmo di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kamis (1/10/2026).
Turut hadir sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, kepala desa se-Kecamatan Weru, petugas penyuluh pertanian, serta seratusan petani jagung. Seusai memanen jagung secara simbolis, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani. Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama anggota kelompok tani setempat.
“Jawa Tengah meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional. Tidak hanya padi, melainkan juga jagung,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menurut Luthfi, produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3,7 juta ton atau sekitar 17,02% dari produksi nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai daerah produsen jagung terbesar kedua secara nasional.
Sementara itu, produksi jagung selama periode Januari-September 2026 mencapai 2,68 juta ton. “Jadi, kami sangat optimistis produksi jagung bisa memenuhi target nasional pada Oktober. Termasuk Sukoharjo yang menjadi daerah penyumbang produksi jagung Jawa Tengah,” ujar dia.
Lebih jauh, Luthfi menerangkan ketersediaan air di lahan pertanian menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan air melalui pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung.
“Kemudian soal pupuk bersubsidi. Dulu, petani sulit mencari pupuk saat masa tanam. Sekarang, tidak ada lagi petani yang kekurangan pupuk,” imbuh dia.
Jagung Potensial di Sukoharjo
Sementara itu, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo Bagas Windaryatno, mengatakan wilayah Sukoharjo tidak hanya memiliki potensi padi, tetapi juga jagung sebagai tanaman pangan penghasil karbohidrat.
Produksi jagung di Sukoharjo mencapai 6.449 ton. Panen jagung tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Kegiatan panen jagung diharapkan dapat memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produksi.
“Pemerintah mendorong penambahan luas tambah tanam untuk mendukung peningkatan produksi jagung. Penambahan luas tanam jagung dilakukan dengan mengoptimalkan lahan tidur atau lahan tidak produktif,” papar dia.

Leave a Reply