Tim Mahasiswa UIN Saizu Raih Bronze Medal dan Favorit Poster Tingkat Nasional

Tim Mahasiswa UIN Saizu Raih Bronze Medal dan Favorit Poster Tingkat Nasional
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Tim Mahasiswa UIN Saizu berhasil meraih Bronze Medal sekaligus penghargaan Favorit Poster pada ajang Nusantara Writing Festival 6, Subtema Pariwisata dan Budaya.Tim mahasiswa tersebut terdiri atas Zahwa Aprilita dan Nasywa Umayah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), serta Alwa Shofwah dari Program Studi Sejarah Pendidikan Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH).

Medianusantara.site, BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Tim Mahasiswa UIN Saizu berhasil meraih Bronze Medal sekaligus penghargaan Favorit Poster pada ajang Nusantara Writing Festival 6, Subtema Pariwisata dan Budaya.

Tim mahasiswa tersebut terdiri atas Zahwa Aprilita dan Nasywa Umayah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), serta Alwa Shofwah dari Program Studi Sejarah Pendidikan Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH).

Ketiganya mengangkat karya berjudul “Gamelan sebagai Ruh Pertunjukan Ebeg Banyumasan: Makna Simbolik, Ritual, dan Janturan pada Paguyuban Putro Purwo Budoyo.” Nusantara Writing Festival 6 diselenggarakan oleh Nusantara Muda berkolaborasi dengan Politeknik TEDC Bandung.

Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan, hasil penelitian, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan, termasuk pengembangan pariwisata serta pelestarian budaya Nusantara.

Perwakilan Tim Mahasiswa UIN Saizu, Zahwa Aprilita menjelaskan, proses penelitian untuk menyusun karya tersebut telah dimulai sejak Juni 2026. Tim melakukan sejumlah tahapan penelitian, mulai dari observasi, wawancara, penelitian lapangan hingga dokumentasi.

Proses tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai posisi gamelan dalam pertunjukan Ebeg Banyumasan, khususnya pada Paguyuban Putro Purwo Budoyo. “Proses penelitian telah dimulai sejak bulan Juni 2026, melalui berbagai kegiatan seperti observasi, wawancara, penelitian, dan dokumentasi,” ujar Zahwa.

Setelah melalui proses penyusunan dan penyempurnaan, esai tersebut dikumpulkan pada Juli 2026. Hasil seleksi kemudian diumumkan pada Agustus 2026 dan mengantarkan Tim Mahasiswa UIN Saizu yang merupakan delegasi dari Adiksi dan LPM Obsesi tersebut melaju ke tahap final.

Karya yang diangkat tim tidak sekadar melihat gamelan sebagai instrumen musik dalam kesenian tradisional. Penelitian tersebut mengungkap berbagai fungsi gamelan yang berkaitan erat dengan struktur, suasana, ritual, dan simbol dalam pertunjukan Ebeg Banyumasan.

Dalam karya tersebut, tim mahasiswa UIN Saizu menunjukkan bahwa gamelan memiliki peran penting dalam pertunjukan Ebeg Banyumasan. Gamelan tidak hanya berfungsi sebagai musik pengiring tarian, tetapi juga memiliki peran multidimensional dalam membangun suasana pertunjukan dan mendukung aspek ritual.

Selain itu, keberadaan gamelan turut memperkuat makna simbolik serta janturan dalam pementasan Ebeg Banyumasan yang dibawakan Paguyuban Putro Purwo Budoyo.

Pendekatan tersebut membuat karya mahasiswa UIN Saizu tidak hanya berbicara mengenai seni pertunjukan, tetapi juga mengangkat persoalan pelestarian budaya lokal dan bagaimana unsur-unsur tradisi tetap memiliki makna bagi masyarakat.

Pengkajian terhadap Ebeg Banyumasan sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendokumentasikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas melalui karya ilmiah dan kompetisi nasional.

Setelah dinyatakan lolos ke babak final, Zahwa, Nasywa, dan Alwa mengikuti rangkaian final Nusantara Writing Festival 6 pada 3-4 Oktober 2026. Salah satu agenda utama dalam babak final adalah presentasi karya menggunakan poster. Melalui media tersebut, para finalis memaparkan hasil penelitian dan gagasan yang telah dikembangkan kepada peserta maupun dewan penilai.

Penyerahan penghargaan berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) di GOR Bikasoga Bandung. Kerja keras tim mahasiswa UIN Saizu akhirnya membuahkan hasil. Karya tentang gamelan dan Ebeg Banyumasan tersebut berhasil meraih Bronze Medal sekaligus Favorit Poster pada Subtema Pariwisata dan Budaya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu mengembangkan karya berbasis penelitian yang mengangkat potensi budaya lokal ke ruang kompetisi tingkat nasional.

Lebih dari sekadar capaian kompetisi, karya tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengenali, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kesenian tradisional Banyumasan.

Melalui kajian tentang gamelan, Ebeg Banyumasan, ritual, dan janturan, tim mahasiswa UIN Saizu turut membawa kekayaan budaya lokal ke ruang akademik sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas. (NA)

Leave a Reply