Medianusantara.site, SRAGEN — Inovasi yang diluncurkan Pemerintah Kecamatan Gemolong dan tiga kelurahan di Kecamatan Gemolong, Sragen, masuk nominasi delapan besar Sragen Award 2026 yang akan digelar pada Oktober 2026. Inovasi yang digulirkan kecamatan dan kelurahan tersebut merupakan bagian dari program “glowingisasi” pelayanan publik di Gemolong dengan slogan Gemolong ISO.
Camat Gemolong, Sragen, Nugroho Dwi Wibowo, kepada Espos, Sabtu (10/10/2026), mengungkapkan Gemolong mengenalkan wajah baru pelayanan publik melalui inovasi Paten Terpikat Versi 2.5 atau Pelayanan Terpadu Pilihan Masyarakat.
Pada inovasi 2026 ini, pihak kecamatan sengaja mengusung tema Glowingisasi Pelayanan Publik Kecamatan. Dia menyatakan inovasi tersebut hadir untuk memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Inovasi ini menjadi komitmen kami dalam mendekatkan pelayanan sampai ke tingkat akar rumput. Tema ‘Glowingisasi’ dalam inovasi Paten Terpikat Versi 2.5 menunjukkan performa pelayanan kami yang cepat, responsif, dan prima. Layanan kami diintegrasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sragen dan dinas terkait lainnya. Kami memastikan masyarakat mendapatkan hak administrasi dengan cepat dan gratis,” jelas Bowo, sapaannya.
Bowo melanjutkan, layanan Paten Terpikat Versi 2.5 mencakup 10 layanan, yakni layanan kartu keluarga, perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), perpindahan penduduk, izin perhelatan, izin pertunjukan atau kegiatan, rekomendasi surat keterangan tidak mampu, rekomendasi numpang nikah, pelayanan dispensasi nikah, serta perizinan lainnya. Layanan yang tidak bisa diberikan oleh pihak kecamatan dapat diakses melalui Pandu Online milik Disdukcapil.
Dia mengatakan masyarakat yang kesulitan datang ke Kantor Kecamatan Gemolong bisa mendapatkan bantuan karena sudah ada petugas yang siap memandu. Pihak kecamatan juga menyediakan nomor hotline yang bisa dihubungi masyarakat.
“Semua terobosan tersebut merupakan bagian dari branding Gemolong ISO (Inovatif, Semangat, dan Optimis). Semua inovasi tersebut berhasil masuk nominasi penilaian Sragen Award 2026 delapan besar dalam kategori inovasi terbaik kecamatan,” jelas dia.
Dia menyampaikan tren positif Kecamatan Gemolong ternyata juga diikuti semangat kelurahan. Bowo mengungkapkan ada tiga kelurahan di Gemolong yang melaju ke delapan besar Sragen Award 2026 dengan inovasi unggulan mereka, yaitu Inovasi Eling Mas Lurah Gemolong Versi 2.1 dari Kelurahan Gemolong, Inovasi Pos Adu Urat atau Pengolahan Sampah Terpadu dari Kelurahan Ngembatpadas, serta Inovasi Kragilan Gempita (Gerakan dari Pekarangan untuk Ketahanan Pangan) dari Kelurahan Kragilan.
Model Percontohan Transformasi Pelayanan Publik
Dia berharap deretan inovasi tingkat kelurahan di Kecamatan Gemolong tersebut menjadi model percontohan dalam transformasi pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang inklusif di Kabupaten Sragen.
Dia menjelaskan Inovasi Pos Pengelolaan Sampah Terpadu, Unggul, Ramah Lingkungan, Aman, dan Tangguh (Pos Adu Urat) milik Kelurahan Ngembatpadas merupakan program pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Dia menerangkan Pos Adu Urat menjadi solusi komprehensif dalam penanganan sampah sejak dari sumbernya.
“Masyarakat diajak memilah sampah di tingkat rumah tangga antara sampah organik, anorganik, dan residu. Dalam pelaksanaannya melibatkan perangkat kelurahan, RT/RW, kader lingkungan, karang taruna, hingga kelompok PKK,” jelas dia.
Sementara itu, Kelurahan Kragilan memiliki Inovasi Gerakan dari Pekarangan untuk Ketahanan Pangan (Gempita). Dia menjelaskan inovasi tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar untuk ditanami sayuran guna memenuhi kebutuhan pangan. Pelaksananya adalah para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat untuk menanam sayuran.
Di Kelurahan Gemolong, ujar dia, terdapat Inovasi Eling Mas Lurah Gemolong yang merupakan pelayanan jemput bola langsung ke lingkungan warga sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi dan kepuasan masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan pajak bumi dan bangunan yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.

Leave a Reply