Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terlihat di Jogja, Didominasi Pengendara Motor

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terlihat di Jogja, Didominasi Pengendara Motor
Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021) malam. (Antara/Raisan Al Farisi)

Medianusantara.site, JOGJA – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dinas Perhubungan DIY mencatat sepeda motor mendominasi kendaraan yang masuk ke wilayah tersebut pada awal arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan dominasi kendaraan roda dua tersebut terlihat dari hasil pemantauan lalu lintas Dishub DIY per 14 Maret 2026.

“Arus lokal juga terhitung, misalnya orang yang berangkat dari Klaten ke Yogya juga masuk dalam data, dan rata-rata masih didominasi sepeda motor,” ujar Rizki saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu (15/3/2026).

Data Dishub DIY menunjukkan jumlah sepeda motor yang masuk mencapai 129.194 unit, jauh lebih tinggi ketimbang mobil sebanyak 32.987 unit, bus 3.871 unit, dan truk 8.965 unit.

Secara keseluruhan, ia menyebut kendaraan yang masuk ke wilayah DIY lebih banyak mencapai 175.017 unit, sedangkan kendaraan yang keluar mencapai 158.511 unit.

Menurut Rizki, pemantauan lalu lintas tersebut dilakukan di sejumlah pintu masuk utama wilayah DIY.

Di sisi timur, kendaraan yang masuk melalui Prambanan tercatat sebanyak 19.333 unit, sedangkan yang keluar mencapai 28.948 unit.

Sementara itu, di titik Kikis Joholanang tercatat kendaraan yang masuk mencapai 41.895 unit dan yang keluar sebanyak 22.728 unit.

Adapun di sisi barat, kendaraan yang masuk melalui Temon (Congot/Daendels) tercatat sebanyak 7.810 unit, sedangkan yang keluar 4.008 unit.

Rizki mengatakan tren dominasi sepeda motor pada awal arus mudik tersebut serupa dengan kondisi pada awal periode mudik lebaran di DIY tahun sebelumnya.

“Trennya masih sama seperti awal arus mudik tahun lalu,” ujar Rizki yang dikutip dari Antara.

Dishub DIY sebelumnya memprediksi puncak arus mudik menuju wilayah tersebut bakal terjadi pada 18-19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan pada 23-24 Maret.

Leave a Reply