Medianusantara.site, BOYOLALI – Kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama merupakan keterampilan penting yang perlu dibangun sejak usia sekolah dasar.
Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, SDII Al Abidin Boyolali menyelenggarakan Kemah Mandiri Jumat-Sabtu (KATSU) 2026 pada Jumat-Sabtu (9–10/10/2026) di Tlatar, Kebonbimo, Boyolali. Kegiatan ini diikuti siswa Level IV, V, dan VI melalui beragam aktivitas edukatif di luar kelas.
Melalui kegiatan berkemah, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan hidup yang tidak selalu dapat dipelajari melalui teori. Mulai dari memasak, mendirikan dan menghias tenda, hingga menyelesaikan tantangan bersama, setiap aktivitas dirancang untuk melatih tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap orang lain.
Pengalaman tersebut dimulai dengan kegiatan memasak dan menghias tenda bersama. Siswa belajar membagi tugas, mengatur pekerjaan, serta saling membantu agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik. Dari aktivitas sederhana ini, mereka belajar bahwa mengurus kebutuhan sendiri dan menyelesaikan tanggung jawab merupakan bagian penting dari proses menjadi pribadi yang mandiri.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bersama personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui latihan ini, siswa belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, dan membangun kedisiplinan. Mereka juga memahami bahwa keberhasilan kelompok membutuhkan kontribusi dan tanggung jawab setiap anggota.
Tantangan berikutnya hadir melalui kegiatan jejak alam. Di sejumlah pos, siswa menghadapi tantangan pemecahan masalah (problem solving) dan praktik teknik kepramukaan. Mereka diajak berpikir kritis, berdiskusi, dan menentukan langkah untuk menyelesaikan tugas. Pengalaman ini membantu siswa belajar menghadapi kesulitan dengan lebih tenang, tidak mudah menyerah, serta terbiasa mencari solusi bersama teman.
Pada malam hari, kegiatan api unggun dan pentas seni menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri. Melalui penampilan yang disuguhkan, siswa berkesempatan mengekspresikan kemampuan, menghargai penampilan teman, serta mempererat kebersamaan setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.
Kepala SDII Al Abidin Boyolali, Agus Nugroho, S.T., S.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan siswa, terutama dalam membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan di luar lingkungan sekolah.
“Melalui KATSU, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka belajar mengurus kebutuhan, bertanggung jawab terhadap tugas, bekerja sama, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan. Harapannya, kebiasaan baik yang tumbuh selama kemah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Agus.
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari. Kemandirian, kepedulian, kedisiplinan, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain perlu dilatih secara berkelanjutan melalui pengalaman yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kegiatan KATSU menjadi bagian dari upaya SDII Al Abidin Boyolali dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Sekolah ini memiliki tiga program unggulan, yaitu Information and Communication Technology (ICT), International Class Program (ICP), dan Tahfidz Class Program (TCP). Ketiganya mendukung pengembangan keterampilan teknologi, wawasan internasional, serta hafalan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Sekolah juga berkomitmen menghadirkan biaya pendidikan yang rasional.
Melalui kegiatan seperti KATSU, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan hidup yang melengkapi pembelajaran akademik. Pengalaman memasak, bekerja sama, mengikuti instruksi, hingga memecahkan masalah menjadi bekal untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab sejak dini.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kemah tidak hanya diukur dari kemampuan mendirikan tenda atau menyelesaikan tantangan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut diharapkan membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, peduli terhadap sesama, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi berbagai situasi, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. (NA)

Leave a Reply