Kunjungan Wisman ke Indonesia 12 Juta hingga September 2026, Malaysia Terbanyak

Kunjungan Wisman ke Indonesia 12 Juta hingga September 2026, Malaysia Terbanyak
Sejumlah turis asing memadati Sunday Market La Brisa di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (6/9/2026). (Daerah/Mariyana Ricky P.D.)

Medianusantara.site, JAKARTA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 12 juta sepanjang Januari-September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2020 dan mendekati jumlah kunjungan pada periode yang sama 2019, yakni 12,10 juta.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan jumlah kunjungan wisman pada September 2026 mencapai 1.427.114 kunjungan. Angka tersebut terdiri atas 1,28 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 144.806 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

“Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,43 juta atau turun 10,79 persen secara bulanan, sedangkan secara tahunan meningkat 2,31 persen,” kata Ateng.

Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, wisatawan asal Malaysia mencatat kontribusi terbesar dengan 239.330 kunjungan atau 16,76% dari total kunjungan pada September 2026.

Selain Malaysia, wisatawan asal Australia dan China juga mendominasi. Jumlah kunjungan dari kedua negara tersebut masing-masing mencapai 177.350 dan 153.570.

Secara bulanan, kunjungan wisatawan pemegang paspor Malaysia dan China mengalami penurunan. Dalam paparan BPS, jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia turun 19,24%, sedangkan China turun 5,53% dibandingkan Agustus 2026.

Sebaliknya, kunjungan wisatawan asal Australia meningkat 3,15% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, kunjungan wisatawan asal China dan Australia juga mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 35,59% dan 8,46%.

Berdasarkan pintu masuk, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak. Ateng mengatakan kunjungan melalui bandara tersebut terutama berasal dari wisatawan pemegang paspor Australia.

Selain jumlah kunjungan, sektor pariwisata Indonesia juga menunjukkan perkembangan dari sisi pengeluaran wisatawan mancanegara.

BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada kuartal III 2026 mencapai US$1.374,48 atau sekitar Rp24,96 juta dengan asumsi kurs Rp18.161 per dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$1.285 maupun periode yang sama pada 2025 sebesar US$1.297,31.

Berdasarkan jenis pengeluaran, akomodasi menjadi komponen terbesar dengan nilai rata-rata US$497,12 per kunjungan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman menempati posisi berikutnya sebesar US$271,33, disusul belanja dan cendera mata sebesar US$148,93 per kunjungan.

Leave a Reply