Operasi Pekat Sukoharjo: Polisi Ungkap 15 Kasus, Ada Pencurian Rp1,8 Miliar

Operasi Pekat Sukoharjo: Polisi Ungkap 15 Kasus, Ada Pencurian Rp1,8 Miliar
Ilustrasi Polres Sukoharjo. (Espos-Magdalena Naviriana Putri)

Medianusantara.site, SUKOHARJO — Polres Sukoharjo mengungkap 15 kasus kriminal dengan total 21 tersangka selama periode Januari hingga Maret 2026. Beragam kasus tersebut terungkap dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026 yang digelar menjelang Ramadan dan Lebaran.

Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif menjelang bulan puasa dan Idulfitri.

“Operasi ini dilaksanakan guna menjaga keamanan agar tetap kondusif serta ketertiban masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa dan Lebaran,” kata Kapolres, Jumat (13/3/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi mengungkap berbagai tindak kriminal, mulai dari peredaran uang palsu, perjudian, prostitusi, pencurian kendaraan bermotor, hingga judi online.

Ungkap Peredaran Uang Palsu dan Perjudian

Salah satu kasus yang diungkap yakni peredaran uang palsu dengan tersangka berinisial JA. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa uang kertas palsu pecahan Rp100.000, uang tunai Rp70.500, serta satu unit sepeda motor.

Selain itu, polisi juga mengungkap kasus perjudian dengan enam tersangka masing-masing berinisial ABS, TPS, AS, EE, AS, dan AK.

“Barang bukti yang disita berupa uang tunai, empat set kartu domino, dan tikar,” ujar Kapolres.

Prostitusi hingga Pencurian Rp1,8 Miliar

Kasus lain yang berhasil diungkap yakni praktik prostitusi dengan tersangka berinisial EIN. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi, buku tabungan, dua unit telepon seluler, serta satu unit sepeda motor.

Petugas juga menangkap tersangka pencurian berinisial J yang mencuri 86 alat pencetak sol sepatu dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Selain pengungkapan kasus kriminal, polisi juga melakukan penindakan terhadap praktik premanisme, seperti juru parkir liar dan pengamen jalanan yang meresahkan masyarakat.

“Petugas merespons aduan dari pengguna jalan dan masyarakat terkait praktik premanisme,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres memastikan kepolisian siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

Petugas akan disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan pos terpadu untuk memperlancar arus mudik serta menjaga kondusivitas wilayah Sukoharjo.

Leave a Reply