Iran Kembali Serang Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Iran Kembali Serang Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Rudal Iran. (ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Junqing/tom/am.)

Medianusantara.site, JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan baru terhadap semua pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah pada Rabu (18/3/2026).

“Selama beberapa jam belakangan, serangkaian serangan kuat telah diluncurkan, dalam rangka tahap ke-62 Operasi ‘Janji Sejati 4’, terhadap semua pangkalan AS di kawasan,” kata IRGC sebagaimana dikutip kantor berita Fars seperti dilansir Antara.

RIA Novosti melaporkan dari Moskow, Rabu, serangan tersebut juga diarahkan kepada “titik-titik berkumpul dan pusat dukungan tempur pihak Zionis”.

IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke pangkalan militer AS di Al-Salem, Al-Udeiri, dan Arifjan di Kuwait; Victoria di Irak; Al-Udeid di Qatar; Al-Dhafra di Uni Emirat Arab; dan Al-Azraq di Yordania.

Serangan diarahkan pula ke Armada Kelima Angkatan Laut AS di Teluk Persia, Laut Merah, dan Laut Arabia.

Sementara, serangan ke Israel ditujukan ke kota-kota Tel Aviv, Beersheba, Haifa, dan Acre, demikian pernyataan IRGC.

Bahrain Cegah 130 Rudal Iran

Sementara itu, Komando Umum Angkatan Bersenjata Bahrain menyatakan pihaknya telah mencegat 130 rudal dan 234 drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya sejak konflik pecah di kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataannya, Rabu, militer Bahrain mengatakan sistem pertahanan udara mereka terus menghadang gelombang serangan berturut-turut dari Iran, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada demi keselamatan.

Warga Bahrain juga diminta menjauhi lokasi yang mengalami kerusakan atau benda mencurigakan, serta tidak mendokumentasikan operasi militer yang sedang berlangsung maupun titik jatuhnya puing rudal.

Pihak militer menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi dan memantau saluran komunikasi pemerintah guna menerima peringatan atau instruksi terkini.

Dalam pernyataan yang sama, angkatan bersenjata Bahrain menegaskan bahwa peluncuran rudal balistik dan drone ke fasilitas sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serangan tersebut juga dinilai sebagai ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, kata militer Bahrain.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu  dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan militer Iran itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Leave a Reply