Medianusantara.site, SOLO – Umat Islam menjalani salat Idulfitiri di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (20/3/2026) pagi dengan khusyuk. Warga menggunakan lokasi salat di Pamedan Mangkunegaran sisi timur. Sedangkan sisi barat Pamedan Mangkunegaran digunakan untuk fasilitas parkir.
Salah satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo Subari bertugas sebagai pada salat Idulfitri 2026 tersebut. Subari menyampaikan syukur telah menyelesaikan tugas pada Ramadan dengan puasa sebulan penuh.
Dia menjelaskan umat kembali ke fitrah, yakni momen spiritual setelah Ramadan di mana umat Islam kembali ke keadaan suci, bersih dari dosa, dan memiliki akhlak mulia layaknya bayi baru lahir.
Menurut dia, Tuhan menciptakan manusia menjadi pemimpin bagi makhluk hidup lainnya. Tugas manusia, antara lain beribadah, membuat kemakmuran, membuat kemajuan, membuat tatanan masyarakat yang baik sesuai tuntunan Tuhan.
“Manusia tidak akan bisa berubah nasibnya menjadi lebih baik kalau hanya memohon. Allah menetapkan manusia harus berbuat, harus bergerak, harus bisa mengubah diri menjadi hamba yang lebih baik, menjadi hamba yang bertakwa, baik ketika menjadi masyarakat biasa maupun ketika menjadi pemimpin,” ujar dia.
Dia mengatakan Nabi Muhammad telah menjadi contoh pemimpin dan panutan umat. Nabi Muhammad mengajak yang lain yang tidak mendapatkan amanah sebagai pemimpin agar taat kepada pemimpin sepanjang pemimpin itu menuntun yang lain ke jalan yang benar.
Dia mengatakan tugas masyarakat jika mendapati ada pemimpin yang keliru bisa mengingatkan kepada pemimpin tersebut. Pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar serta bisa mendapatkan pahala yang besar. Dia menjelaskan pemimpin yang mendapatkan perlindungan Tuhan saat kiamat dan bisa masuk surga, yakni pemimpin yang adil.
“Karena amanah yang diberikan oleh pemimpin merupakan peluang besar untuk meraih pahala dan membuka kunci perlindungan besok di hari kiamat. Sehingga dengan kata hadis itu pemimpin yang adil dijamin oleh Rasul Rasulullah mendapat perlindungan di hari kiamat dan akan masuk surga tanpa hisab,” ujar dia.
Dia mengatakan pemimpin yang adil harus didukung oleh rakyat yang paham mengenai berakhlakul karimah atau tingkah laku mulia, terpuji, dan baik yang sesuai dengan ajaran Islam, bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, yang mencakup hubungan dengan Allah dalam ibadah, sesama manusia, dan alam sekitar.
“Bergaul baik dengan sesama makhluk serta ngajeni serta menghargai baik kepada sesama kawan yang dikenal maupun kepada orang-orang yang tidak dikenal bagaimana yang disabdakan oleh nabi,” ujar dia.

Leave a Reply