Medianusantara.site, SOLO — Pergerakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Tirtonadi, Kota Solo, menunjukkan tren penurunan sekitar 2-3 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Umboro Jati, menjelaskan kemungkinan kebijakan perpanjangan waktu kerja dari rumah yakni Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) yang digulirkan pemerintah berhasil memecah kepadatan arus lalu lintas.
“Secara keseluruhan, arus mudik maupun arus balik mengalami penurunan sekitar 2-3 persen dibanding tahun kemarin. Ini adalah dampak positif dari distribusi jadwal akibat kebijakan WFA atau WFH sebelum dan sesudah Lebaran, sehingga pergerakan penumpang terdistribusi dengan lebih merata dan tidak terpusat di satu hari saja,” terang Joko saat ditemui wartawan di Terminal Tirtonadi, Rabu (25/3/2026).
Joko memprediksi arus balik Lebaran tahun ini akan terpecah menjadi dua gelombang utama. Gelombang pertama berlangsung pada 25-26 Maret, sedangkan gelombang kedua diprediksi akan memuncak pada akhir pekan ini, yakni Sabtu dan Minggu (28-29/3/2026).
“Perkiraan kami arus balik masih akan terjadi hingga tanggal 29 atau 30 Maret, namun sudah mulai landai. Setelah itu, pada tanggal 31 Maret masyarakat sudah mulai beraktivitas normal kembali,” imbuhnya.
Penurunan grafik penumpang ini terekam jelas dalam rekapitulasi data harian Terminal Tirtonadi Solo. Joko memerinci sebagai perbandingan, pada 23 Maret 2026 angka kedatangan tercatat sebanyak 10.680 penumpang. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 12.232 penumpang.
Tren serupa juga terlihat pada data keberangkatan. Pada 23 Maret 2026, terminal memberangkatkan 11.517 penumpang, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 14.475 penumpang.
“Secara kumulatif, sejak posko angkutan Lebaran dibuka pada 13 Maret hingga 23 Maret 2026, kami mencatat ada pergerakan sebanyak 21.189 bus dengan total volume mencapai 223.121 penumpang. Jika ditarik grafiknya head-to-head per hari dengan tahun sebelumnya, memang posisinya berada di bawah [turun],” papar Joko.
Meski secara statistik mengalami penurunan persentase, Joko menegaskan secara riil, animo masyarakat untuk pulang kampung dan kembali ke perantauan melalui Terminal Tirtonadi masih tergolong sangat tinggi.

Leave a Reply