Medianusantara.site, JAKARTA – Perbedaan sikap mulai mencuat antara Amerika Serikat dan Israel mengenai rencana penghentian perang dengan Iran.
Menurut laporan kembaga penyiaran publik Israel, KAN, seperti dilansir Antara, menyebut ketegangan itu bertumpu pada tiga isu strategis, yakni nasib program rudal balistik Iran, mekanisme penyerahan uranium yang telah diperkaya oleh Badan Energi Atom Internasional, dan kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
Sejumlah laporan pada Rabu menyatakan Washington telah mengirim proposal berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai dasar penghentian perang. AS juga dikabarkan membuka opsi gencatan senjata sementara satu bulan untuk memulai jalur perundingan.
Iran telah memberikan respons resmi atas usulan tersebut lewat mediator, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim. Mengutip seorang pejabat Iran yang tak disebutkan namanya, media itu melaporkan bahwa Teheran menuntut penghentian total serangan di seluruh front, jaminan tidak ada perang lanjutan, kompensasi, serta pengakuan atas kedaulatannya di Selat Hormuz.
KAN menambahkan, perundingan antara AS dan Israel masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan bahwa Washington akan menyesuaikan kembali poin-poin dalam proposalnya. Seorang sumber politik Israel memperingatkan bahwa Iran “sudah memakai bahasa perang tahap akhir,” sembari tetap mengajukan tuntutan besar dalam komunikasi yang berjalan.
Seorang sumber di Israel juga mengatakan Iran “sudah menggunakan bahasa perang tahap akhir,” sambil terus mengajukan tuntutan signifikan dalam kontak yang sedang berlangsung.
Sumber tersebut menambahkan ada kekhawatiran di Israel bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mendorong gencatan senjata sementara guna bernegosiasi dengan Iran.
Kemungkinan pertemuan antara pejabat AS dan Iran belum ditetapkan waktunya meski ada laporan tentang upaya mediasi oleh Pakistan.
AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Leave a Reply