Medianusantara.site, TEHERAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengajukan tiga syarat untuk mengakhiri konflik dengan Israel dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian menyatakan satu-satunya jalan untuk menghentikan perang adalah dengan mengakui hak-hak Iran, membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan, serta memberikan jaminan internasional agar agresi terhadap Iran tidak terulang di masa depan.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini, yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS, adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas untuk mencegah agresi ulang di masa depan,” tulis Pezeshkian melalui akun media sosial X.
Ia menegaskan Iran tetap berkomitmen terhadap perdamaian kawasan, namun hal itu hanya dapat tercapai apabila kedaulatan dan hak negara tersebut dihormati.
Pernyataan itu disampaikan setelah Pezeshkian berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk dari Rusia dan Pakistan, pada Rabu (11/3/2026).
Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan bermula pada 28 Februari ketika serangan dilancarkan ke sejumlah target di wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah. Aksi saling serang tersebut memperburuk situasi keamanan regional dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tidak menutup peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik, asalkan hak-hak Iran diakui dan ada mekanisme internasional yang mampu mencegah serangan serupa di masa depan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah dorongan komunitas internasional agar konflik di Timur Tengah segera diredakan demi mencegah ketidakstabilan global yang lebih luas.

Leave a Reply