Medianusantara.site, SRAGEN — Para pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen dipanggil Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen terkait kasus pelajar SMP negeri di Sumberlawang, Sragen, yang meninggal dunia diduga akibat berkelahi dengan temannya, Rabu (8/4/2026).
Pejabat yang mendatangi Polres Sragen antara lain Kepala Disdikbud Sragen Purwanti, Sekretaris Disdikbud Sragen Sukisno, kepala sekolah, serta guru terkait.
Disdikbud Sragen berencana melakukan pembinaan disiplin kepada para guru dan kepala sekolah (kasek) SMP negeri di Sumberlawang dalam waktu dekat. Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud juga akan menggiatkan sosialisasi antibullying di sekolah tersebut maupun sekolah lainnya.
Sekretaris Disdikbud Sragen Sukisno mengungkapkan tim Disdikbud Sragen telah mendatangi sekolah dan meminta informasi terkait peristiwa perkelahian yang diduga diawali dengan indikasi bullying pada Selasa (7/4/2026) lalu.
Ia menjelaskan Disdikbud Sragen juga melakukan pendampingan kepada guru-guru dan kepala sekolah saat menjadi saksi dan dimintai keterangan oleh Polres Sragen pada Rabu ini.
“Disdikbud juga melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah, termasuk SMPN yang bersangkutan, terkait kedisiplinan guru. Selain itu, kami juga menggiatkan sosialisasi antibullying di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Sukisno juga menjelaskan bahwa pada Selasa malam Disdikbud turut mendampingi keluarga korban di kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen saat proses autopsi jenazah berlangsung. Ia juga sempat berkomunikasi dengan ayah korban.
“Untuk sanksi disiplin tergantung. Ada macam-macam sesuai pelanggarannya,” jelas dia.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sragen Muh. Farid Wajdi mengatakan Disdikbud Sragen akan melakukan evaluasi dan pembinaan atas peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan evaluasi lebih difokuskan pada sekolah yang bersangkutan agar para guru lebih peka terhadap kondisi siswa. “Para guru harus lebih peka terhadap para siswanya. Ketika terjadi letupan-letupan kecil di sekolah segera diantisipasi,” jelas dia.

Leave a Reply