Prabowo Instruksikan Penguatan Fundamental Antisipasi Dampak The Fed

Prabowo Instruksikan Penguatan Fundamental Antisipasi Dampak The Fed
Presiden RI Prabowo Subianto rapat terbatas dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026) malam. (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Medianusantara.site, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penguatan fundamental ekonomi nasional guna mengantisipasi dampak kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve System (The Fed), agar stabilitas pasar keuangan domestik tetap terjaga di tengah tekanan global.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026) malam.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa saat ini terjadi arus modal keluar (outflow) akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga tinggi The Fed dalam jangka waktu lebih lama.

Meski demikian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia agar arus modal asing dapat kembali masuk seiring membaiknya kondisi global.

Sebagai langkah konkret, OJK telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi pasar modal, antara lain dengan membuka data kepemilikan saham di atas satu persen serta memperinci klasifikasi data pasar secara lebih komprehensif.

Selain itu, otoritas juga mengungkap data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) serta memperkuat ketentuan likuiditas saham melalui pengaturan porsi saham publik (free float).

Friderica menambahkan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pola yang lebih mencerminkan fundamental perusahaan. Sementara potensi penyesuaian indeks MSCI dinilai sebagai dampak sementara dari perbaikan sistem yang sedang dilakukan.

Dalam jangka panjang, pemerintah bersama OJK juga fokus pada pendalaman pasar domestik, termasuk meningkatkan jumlah investor lokal. Dalam setahun terakhir, jumlah investor pasar modal tercatat telah mencapai sekitar 5 juta single investor identification (SID).

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasar keuangan Indonesia, sehingga tetap stabil meski terjadi gejolak di pasar global.

Leave a Reply