Medianusantara.site, SOLO — Seratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Solo, Kamis (21/5/2026) sore.
Pantauan Espos, rombongan mahasiswa yang mengenakan almamater khas UNS tiba sekitar pukul 16.07 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan aspirasi atau kritik mereka untuk pemerintah.
Tulisan itu di antaranya berbunyi “Reformasi Dikebiri, Proyek Sengsara Nasional, Reformasi Cuma Halusinasi, dan PSN Megah Rakyat Susah”. Ada juga beberapa poster kritik yang diusung para mahasiswa.
Poster itu bertuliskan “Setiap Prabowo Pidato, Kiamat Maju 1 Hari dan Lebih Duluan 19.000.000 Lapangan Kerja atau 19.000 Ya?”. Selain membentangkan spanduk dan poster, mahasiswa juga berorasi.
Mereka kecewa reformasi yang terjadi puluhan tahun silam belum berhasil melahirkan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia. Pantauan Espos unjuk rasa berlangsung relatif tertib. Lalu Lintas di Jl Adi Sucipto tepatnya di depan Kantor DPRD Solo tetap lancar.
Melalui flyer yang dibagikan, BEM FH UNS mengkritik PLTSa Putri Cempo yang digadang-gadang sebagai solusi modern untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Solo. Namun pada praktiknya kapasitas pengolahan sampah belum mencapai target, penumpukan sampah masih terjadi, dan berbagai dampak lingkungan mulai dikeluhkan masyarakat.
Keberadaan PLTSa Putri Cempo justru menambah persoalan lain yang harus ditanggung warga. Hingga berita ini ditulis unjuk rasa mahasiswa masih berlangsung di depan Gedung DPRD Solo.
Leave a Reply