Medianusantara.site, BOYOLALI — Polres Boyolali melakukan ekshumasi dan autopsi jasad korban dugaan penganiayaan di taman belakang Rumah Dinas Bupati Boyolali. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada April 2026 lalu dan mengakibatkan korban berinisial BEP, 43, warga Pulisen, Boyolali, meninggal dunia.
BEP dimakamkan di Makam Donoloyo Jembangan, Desa/Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Penggalian kuburan untuk kepentingan hukum itu dilaksanakan di permakaman tersebut pada Jumat (22/5/2026), dilanjutkan autopsi di tempat oleh tim Biddokkes Polda Jateng.
Ekhumasi hingga autopsi dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB-11.00 WIB. Kuasa hukum keluarga korban, Budi Sularyono, menjelaskan kronologi bermula saat korban BEP, 43, berkelahi dengan seseorang berinisial J di taman belakang rumah dinas Bupati Boyolali pada 5 April 2026.
“Jadi pada waktu itu korban BEP dalam penguasaan si J, ketika BEP dibanting, itu kelihatannya yang menjadikan BEP tidak begitu sadar. Tapi BEP masih sempat lapor ke polisi, ke Polsek, Polsek ke Polres, di Polres merasa sakit, sesak napas. Lalu dibawa ke RS Indriati, setengah jam kemudian meninggal pukul 19.00 WIB,” kata dia kepada wartawan, Jumat.
Dugaan Unsur Kesengajaan
Budi menduga ada kesengajaan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia mengharapkan autopsi dapat memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya.
“Dengan adanya autopsi akan memastikan itu, kami pun belum bisa memastikan apa-apa. Mudah-mudahan ada kepastian hukum dari hasil autopsi, kami menunggu hasil dari kepolisian,” kata dia.
Ibunda BEP, Titik Yunani, mengatakan setelah anaknya meninggal, terduga pelaku, J, masih berkeliaran hingga melakukan siaran langsung di media sosial. Ia meminta keadilan atas kematian putranya. Menurutnya, J memang sering berulah hingga memancing keributan.
“Kami, keluarga, berharap J segera ditangkap. Anak kami katanya ada riwayat jantung, tapi dia tidak ada [riwayat] sehat,” kata dia.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan Satreskrim Polres Boyolali dan Biddokkes Polda Jateng melakukan ekshumasi setelah adanya laporan dugaan tindak penganiayaan.
“Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil ekshumasi dan autopsi yang akan dikeluarkan Biddokkes Polda Jateng. Untuk kronologi akan sampaikan saat rilis,” kata dia.
Ia mengatakan saat ini Polres Boyolali masih mendalami dugaan penganiayaan tersebut. Hingga saat ini, Indra mengatakan belum menetapkan tersangka karena masih menunggu hasil autopsi. “Iya itu yang dilaporkan soal adanya dugaan penganiayaan yang terjadi di taman belakang rumah dinas bupati [Boyolali],” kata dia.

Leave a Reply