Pecah Penumpukan di Satu Lokasi, Jalur Treking Baru Disiapkan di Kalitalang

Pecah Penumpukan di Satu Lokasi, Jalur Treking Baru Disiapkan di Kalitalang
Pintu gerbang masuk kawasan objek wisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Sabtu (23/5/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Medianusantara.site, KLATEN — Pengelola wisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menyiapkan jalur treking baru. Hal itu dilakukan agar tak terjadi penumpukan di satu jalur serta mencegah kerusakan alam.

Kalitalang menjadi primadona wisata alam di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Selain melihat keindahan alam Gunung Merapi serta panorama puncak, pengunjung berdatangan untuk melakukan treking.

Sekretaris Desa (Sekdes) Balerante, Jainu, mengungkapkan saat ini jalur baru sedang disiapkan. Jika mendapatkan perizinan, ada dua jalur treking di kawasan tersebut yakni jalur lama dan jalur baru.

Jainu menjelaskan persiapan jalur baru itu mempertimbangkan kunjungan wisawatan yang semakin meningkat. Mayoritas pengunjung datang untuk melakukan treking di jalur yang sudah ditentukan dan terbagi dalam empat pos.

Pembuatan jalur baru itu dimaksudkan guna memecah pengunjung yang hendak melakukan treking agar tak menumpuk di satu lokasi. Jika hanya bertumpu di satu jalur, dikhawatirkan akan merusak kondisi alam.

“Makanya, kami berkoordinasi dengan taman nasional, kami pecah jalurnya, jadi tidak hanya satu jalur. Sehingga pengunjung tidak lumpuh di satu lokasi,” kata Jainu saat ditemui Espos di Desa Balerante, Sabtu (23/5/2026).

Selain mempertimbangkan kelestarian alam, persiapan jalur baru itu juga mempertimbangkan keselamatan bagi para wisatawan. “Saat ini kami sedang proses perizinan ke taman nasional dan sedang mempersiapkan,” jelas Jainu.

Jainu mengungkapkan jalur baru itu tak jauh dari jalur treking yang saat ini ada. Panjang jalur hingga ke pos terakhir relatif sama dengan jalur yang sudah ada.

“Untuk panjang jalur treking yang lama itu sekitar 2,5 km. Yang baru nanti hampir sama. Itu dari titik pintu masuk. Dalam mempersiapkan jalur, kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait yakni BPPTKG, BPBD serta taman nasional. Yang pasti, kami menentukan titik akhir dari jalur treking itu di lokasi yang aman dari ancaman bahaya erupsi Merapi,” jelas Jainu.

Leave a Reply