Medianusantara.site, KLATEN – Sebanyak 85 petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten melakukan pemantauan hewan kurban Iduladha 2026 di berbagai lokasi penyembelihan.
Dalam dua hari pemantauan, petugas menemukan kasus infeksi cacing hati pada organ hati yang diperiksa serta sapi yang terindikasi menderita penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pemantauan sudah dilakukan sejak hari raya Iduladha, Rabu (27/5/2026). Pengawasan melibatkan 85 petugas terdiri dari tenaga medik dan paramedik veteriner, Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Penyuluh Pertanian, ASN di lingkungan DKPP, inseminator, serta paramedik veteriner mandiri.
Kegiatan ini juga didukung dokter hewan praktik mandiri yang tergabung dalam Persatuan Dokter Hewan Indonesia Koordinasi Wilayah Klaten. Seluruh petugas ditempatkan dan bertugas di 23 kecamatan serta 82 desa di wilayah Kabupaten Klaten.
Dari dua hari pengawasan atau Rabu-Kamis (27-28/5/2026), tim pengawas melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap 582 sapi serta 984 kambing atau domba kurban. “Ada beberapa hasil temuan infeksi cacing hati pada organ hati yang disembelih,” kata Kepala DKPP Klaten Iwan Kurniawan saat berbincang dengan Espos, Kamis.
Oleh petugas, bagian hati yang terinfeksi cacing kemudian diamankan agar tak ikut dibagikan atau dikonsumsi. Total ada 12 sapi di delapan desa yang terinfeksi cacing hati dari ratusan sapi kurban yang dipantau.
Selain temuan cacing hati, petugas mendapati satu sapi kurban terindikasi menderita PMK. Petugas menyarankan agar sapi terindikasi PMK itu diganti dengan sapi sehat sebagai hewan kurban. “Saran tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak pemilik dengan dilakukan penggantian sapi yang sehat,” ungkap Iwan.
Di sejumlah lokasi, petugas juga menemukan praktik penyembelihan yang belum sepenuhnya dilakukan sesuai prinsip kesejahteraan hewan. Hal itu terlihat dari cara membaringkan sapi yang kurang tepat, proses penyembelihan yang belum dilakukan secara sempurna.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada panitia kurban terkait tata cara penanganan hewan dan daging kurban yang baik dan higienis. “Ini kami terus melakukan koordinasi sampai hari ketiga akan kami terus awasi, semoga kondisi hewan kurban dalam kondisi baik,” urai dia.

Leave a Reply