Medianusantara.site, KLATEN — Puluhan pemuda dari berbagai organisasi di Klaten nonton bareng film dokumenter investigatif berjudul Pesta Babi, Sabtu (30/5/2026) malam. Selain nonton bareng, kegiatan yang digelar di salah satu kedai kopi tepi jalan raya Klaten-Jatinom, Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, malam itu juga diisi diskusi dengan menghadirikan sejumlah narasumber.
Para narasumber itu yakni Nur Hasan pengajar dari UIN Raden Mas Said Surakarta, Bayu Astana pengajar dari Universitas Sanata Dharma dan moderator yakni penggerak Gusdurian Klaten, Astrid Mufida. Nonton bareng diikuti puluhan pemuda dari lintas organisasi di antaranya Gusdurian, IMM serta remaja masjid.
Salah satu penggerak Gusdurian Klaten, Azizan, mengatakan kegiatan tersebut tak hanya terbatas membahas isi dari film dokumenter yang diputar. Dalam perspektif yang lebih luas, dari nonton bareng dan diskusi itu memantik para pemuda Klaten untuk semakin kritis merespons apa yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.
Termasuk menggerakkan generasi muda berkontribusi kepada masyarakat dalam berbagai aspek. “Bagaimana merawat alam dan sebagainya,” kata Azizan.
Salah satu peserta, Muhammad Rifki Syaifullah, mengungkapkan nonton bareng film Pesta Babi bukan lantaran film dokumenter itu sedang viral. Dia mengungkapkan banyak nilai yang bisa diambil dari film tersebut. “Termasuk seperti yang disinggung narator tadi terkait ekosistem,” jelas Rifki.
Rifki menilai forum-forum diskusi seperti malam itu sangat jarang digelar di Klaten. Dia berharap semakin banyak forum serupa digelar di Klaten. “Setelah ini mungkin ke depan bisa mengadakan diskusi buku, bedah buku dan sebagainya. Bagaimana mengembangkan gagasan-gagasan kemudian berlanjut pada gerakan-gerakan,” kata Rifki.

Leave a Reply