Medianusantara.site, KLATEN – Festival Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, berlangsung meriah, Minggu (12/7/2026). Warga memenuhi lapangan barat taman Candi Sojiwan yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival.
Festival berlangsung sejak Minggu pagi. Diawali dengan lomba tari se-Jateng dan DIY, Festival dimeriahkan dengan kirab budaya pada sore hari. Kirab berjalan dari Lapangan Krido Sakti Desa Kebondalem Kidul.
Iring-iringan warga dari 11 RW berjalan sejauh 1,5 km melintasi jalan kampung sebelum tiba di lokasi acara. Setiap RW menampilkan gunungan berisi aneka hasil bumi. Ada pula yang mengarak gunungan berisi produk UMKM setempat seperti apam dan sagon.
Sesampainya di panggung acara, warga dari masing-masing RW menampilkan atraksi seni dengan beragam kostum. Rangkaian kegiatan kian meriah dengan rebutan isi gunungan.
Warga berlarian menuju gunungan mengambil aneka sayur mayur hingga jajanan. Ada yang langsung dinikmati di lokasi. Ada pula yang dikumpulkan untuk dibawa pulang. Rebutan isi gunungan tak berarti acara selesai. Rangkaian kegiatan berlanjut hingga malam dengan penampilan sendratari.
Ketua panitia festival, Guntur Andi Pamungkas, menjelaskan festival digelar bertujuan mengenalkan potensi budaya serta UMKM di Kebondalem Kidul terutama dari masing-masing RW. Selain itu, kegiatan digelar untuk mengenalkan potensi wisata di wilayah Kebondalem Kidul dengan daya tarik utama Candi Sojiwan.
Ramayana Ballet
Selain warga setempat, panggung festival menampilkan kelompok kesenian dari berbagai wilayah. Seperti kelompok angklung, band, DJ hingga penampilan Sendratari Ramayana.
Panitia bekerja sama dengan Injourney Destination Management untuk mendatangkan sendratari yang biasa ditampilkan di Ramayana Ballet kompleks Candi Prambanan. Pertunjukan kolosal itu ditampilkan di panggung Festival Candi Sojiwan yang bisa dinikmati gratis oleh penonton.
Salah satu pertunjukan menampilkan lakon Anoman Obong. “Harapannya dari festival ini agar generasi berikutnya atau anak-anak bisa mengembangkan lagi potensi-potensi di desa khususnya. Ke depan kami juga berharap kegiatan ini bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah,” kata Guntur saat ditemui di sela festival.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Joko Istianto, mengungkapkan Festival Candi Sojiwan merupakan prosesi adat budaya yang syarat makna.
Tak hanya terkait pelestarian budaya, kegiatan itu menjadi simbol rasa syukur kolektif atas kesuburan tanah dan rezeki hingga merawat kerukunan. “Festival ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, meleburkan sekat-sekat perbedaan dan meneguhkan kembali rasa persaudaraan sebagai satu keluarga besar Kabupaten Klaten,” ungkap Joko.

Leave a Reply