Medianusantara.site, SOLO — Austria akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun. Namun, Das Team tidak datang ke Amerika Utara sekadar untuk merayakan kelolosan. Tim asuhan Ralf Rangnick membawa identitas permainan yang membuat mereka menjadi salah satu tim paling menarik untuk disaksikan di Piala Dunia 2026.
Austria kini dikenal sebagai salah satu tim dengan sistem pressing paling agresif dan efektif di Eropa. Di bawah Rangnick, mereka menjelma menjadi tim yang bermain dengan intensitas tinggi, transisi cepat, dan tekanan tanpa henti kepada lawan.
Austria lolos ke Piala Dunia 2026 setelah meraih enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan selama kualifikasi. Mereka mencetak 22 gol dan hanya kebobolan empat kali sepanjang perjalanan menuju Amerika Utara.
Austria tergabung di Grup J bersama Argentina, Aljazair, dan Yordania.
Meski harus menghadapi juara dunia bertahan Argentina, Austria tetap dipandang sebagai kandidat kuat untuk lolos ke fase knock out.
Ralf Rangnick Ubah Wajah Austria
Kebangkitan Austria tidak bisa dilepaskan dari sosok Ralf Rangnick. Pelatih asal Jerman itu ditunjuk pada 2022 ketika minat publik terhadap tim nasional Austria mulai menurun akibat serangkaian hasil mengecewakan dalam beberapa tahun sebelumnya.
Rangnick kemudian membawa perubahan besar. Ia membangun tim yang sesuai dengan filosofi sepak bola yang selama ini menjadi ciri khasnya, yakni gegenpressing atau tekanan tinggi untuk merebut kembali bola sesegera mungkin setelah kehilangan penguasaan.
Banyak pemain Austria juga berasal dari lingkungan sepak bola Red Bull yang sudah akrab dengan pendekatan tersebut, sehingga proses adaptasi berjalan relatif cepat. Hasilnya terlihat jelas. Austria kini menjadi tim yang bermain dengan disiplin, agresif, dan sangat sulit dihadapi.
Mesin Tekanan yang Sulit Dihentikan
Formasi utama Austria adalah 4-2-3-1. Namun kekuatan sesungguhnya bukan terletak pada formasi, melainkan cara mereka bermain.
Austria menekan lawan hampir di seluruh area lapangan dan berusaha memaksa kesalahan sejak fase awal pembangunan serangan. Ketika berhasil merebut bola, mereka mampu melakukan transisi menyerang dengan sangat cepat.
Christoph Baumgartner menjadi salah satu simbol transformasi tersebut. Gelandang RB Leipzig itu tampil luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad Austria.
Selain Baumgartner, Austria juga memiliki Marcel Sabitzer, Konrad Laimer, Nicolas Seiwald, hingga Paul Wanner yang memperkuat kualitas lini tengah mereka.
Di lini depan, veteran Marko Arnautovic masih menjadi andalan setelah mencetak delapan gol selama kualifikasi.
Grup Berat Jadi Ujian Kebangkitan
Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian terbesar bagi Austria di era Rangnick. Das Team akan membuka turnamen menghadapi Yordania sebelum menjalani dua laga yang berpotensi menentukan melawan Argentina dan Aljazair.
Meski berada di grup yang tidak mudah, Austria memiliki alasan kuat untuk optimistis. Mereka datang dengan performa yang cukup meyakinkan setelah mengawali tahun 2026 dengan kemenangan atas Ghana dan Korea Selatan, dua tim yang juga lolos ke Piala Dunia.
Selain itu, Austria memiliki kombinasi pengalaman dan talenta muda yang membuat mereka mampu bersaing dengan siapa pun.
Jika mampu mempertahankan intensitas permainan khas Rangnick, Das Team berpeluang menjadi salah satu kejutan terbesar di Amerika Utara.
Profil Timnas Austria
- Julukan: Das Team
- Ranking FIFA: 24
- Pelatih: Ralf Rangnick
- Formasi utama: 4-2-3-1
- Gaya bermain: Gegenpressing
- Kekuatan: Transisi cepat, tekanan tinggi, organisasi permainan
- Kelemahan: Rentan saat tekanan berhasil dipatahkan, potensi kelelahan
- Prestasi terbaik Piala Dunia: Peringkat ketiga (1954)
- Penampilan Piala Dunia: 8 kali
Jadwal Austria di Grup J Piala Dunia 2026
- 16 Juni: Austria vs Yordania — Levi’s Stadium
- 22 Juni: Argentina vs Austria — AT&T Stadium
- 27 Juni: Aljazair vs Austria — Arrowhead Stadium
Skuad Austria di Piala Dunia 2026
Kiper: Alexander Schlager (Red Bull Salzburg), Florian Wiegele (Viktoria Plzen), Patrick Pentz (Brondby).
Bek: David Affengruber (Elche), Kevin Danso (Tottenham Hotspur), Stefan Posch (Mainz), David Alaba (Real Madrid), Philipp Lienhart (Freiburg), Phillipp Mwene (Mainz), Alexander Prass (Hoffenheim), Marco Friedl (Werder Bremen), Michael Svoboda (Venezia).
Gelandang: Xaver Schlager (RB Leipzig), Nicolas Seiwald (RB Leipzig), Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund), Florian Grillitsch (Braga), Carney Chukwuemeka (Borussia Dortmund), Romano Schmid (Werder Bremen), Christoph Baumgartner (RB Leipzig), Konrad Laimer (Bayern Munchen), Patrick Wimmer (Wolfsburg), Paul Wanner (PSV Eindhoven), Alessandro Schopf (Wolfsberger AC).
Penyerang: Marko Arnautovic (Red Star Belgrade), Michael Gregoritsch (Augsburg), Sasa Kalajdzic (LASK).
Sumber: Sports Illustrated, FourFourTwo.

Leave a Reply