Medianusantara.site, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo melalui UPTD Perparkiran memberi peringatan sekaligus melakukan penertiban kendaraan antar-jemput siswa di sejumlah sekolah. Langkah penataan lalu lintas ini menyasar kendaraan pengantar-jemput yang menumpuk dan berhenti (ngetem) tepat di depan pintu gerbang sekolah hingga memicu kemacetan.
Sebelumnya, kebiasaan antar-jemput yang menumpuk di satu lokasi di berbagai lokasi sehingga kerap menyebabkan kemacetan ini banyak dikeluhkan oleh warganet di media sosial.
Menyikapi hal tersebut, Kepala UPTD Perparkiran Dishub Solo, Haryono, menyampaikan lonjakan volume kendaraan selalu terjadi seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Aktivitas antar-jemput murid yang tidak tertata rapi terbukti mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar area persekolahan.
Adapun penertiban tersebut dilakukan secara berkala dimulai pada Senin (20/7/2026) dengan menyasar sejumlah sekolah. “Karena itu kami melakukan penertiban dan sosialisasi. Momen ajaran baru kan pasti banyak yang antar-jemput. Dari kami penertiban saja, tidak ada tindakan seperti menderek kendaraan. Yang penting arus lalu lintas tetap jalan,” kata Haryono saat diwawancarai Espos, Selasa (21/7/2026).
Dominan Macet di Sekolah Swasta
Haryono menjelaskan beda halnya dengan sekolah negeri yang mayoritas siswanya bertempat tinggal dekat karena zonasi, sekolah swasta favorit justru mendatangkan siswa dari berbagai penjuru wilayah Kota Solo. Kondisi ini membuat penggunaan moda transportasi pribadi maupun angkutan berbasis aplikasi melonjak drastis.
“Kalau jenjang SD dan SMP, kepadatan dominan di sekolah-sekolah swasta favorit. Nah, kalau tingkat SMA/SMK itu penumpukannya justru banyak di kawasan SMK,” jelasnya.
Haryono menegaskan Dishub Solo tidak melarang masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, namun mengimbau agar proses penjemputan dilakukan secara tertib dan beretika lalu lintas.
“Banyak penjemput tidak parkir, tetapi menunggu di atas kendaraan persis di depan pintu gerbang. Akhirnya arus di belakangnya ngendat [tersendat]. Kalau belum ada kepastian anaknya keluar, jangan nunggu di depan gerbang. Berhentilah agak jauh dan biarkan anaknya yang menyusul ke titik penjemputan,” kata dia.
Dishub pun mendorong bagi para pengantar-jemput agar mengoptimalkan pemanfaatan angkutan umum bagi para pelajar untuk menekan kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya. “Kita punya banyak angkutan umum dengan jangkauan ke semua wilayah Solo. Dengan mengoptimalkan penggunaan angkutan umum ini, kemacetan bisa dihindarkan,” tutupnya.

Leave a Reply