Tahap 1 Rampung, Pembangunan Tahir Solo Museum Lanjut ke Fase Dua

Tahap 1 Rampung, Pembangunan Tahir Solo Museum Lanjut ke Fase Dua
Ketua Tahir Foundation, Dato' Sri Tahir (ketiga dari kanan) menandatangani prasasti didampingi Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Agus Mulyana (ketiga dari kiri), Wali Kota Solo Respati Ardi (kedua dari kanan) dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani (kanan) memberikan sambutan saat Pembukaan Tahir Solo Museum di Jebres, Solo, Sabtu (25/7/2026). Dato' Sri Tahir menyampaikan bahwa Tahir Solo Museum adalah wujud balas budi dan cinta kasih kepada tanah kelahiran ibundanya di Solo, serta sebagai sarana edukasi sains dan budaya bagi generasi muda serta rencana pengembangan tahap selanjutnya akan dibangun President Center yang mencakup auditorium tertutup dan terbuka. (Daerah/J Howi Widodo

Medianusantara.site, SOLO — Pembangunan tahap pertama Tahir Solo Museum (Culture Science and Technology) di Kecamatan Jebres, Solo, akhirnya resmi memasuki tahapan soft launching pada Sabtu (25/7/2026) pagi. Meski sudah mulai difungsikan, tahapan pembangunan museum sains dan budaya ini dipastikan bakal terus berlanjut.

Pendiri Grup Mayapada sekaligus Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, menjelaskan pembangunan tahap awal telah selesai dan seluruh bangunan sudah diisi dengan berbagai koleksi pendukung. Tak lama lagi, Tahir Solo Museum pun bakal segera dibuka untuk masyarakat umum.

Tahir menceritakan, proyek pembangunan Tahir Solo Museum dimulai sejak tiga tahun lalu. Saat itu, ia mendapat persetujuan memanfaatkan lahan seluas lima hektare dari Wali Kota Solo yang kala itu dijabat oleh Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI.

Dalam kesempatan tersebut, Tahir mengungkapkan koleksi unggulan berupa fosil asli yang dipinjam dari Tiongkok akan dipamerkan dengan konsep roling atau bergantian. Langkah ini dilakukan agar museum selalu menyajikan pengalaman baru bagi para wisatawan.

“Secara teori dipinjam enam bulan, tetapi karni mengajukan perpanjangan. Begitu juga koleksi robotika dan planet akan terus diperbarui, jadi tidak menetap begitu saja. Akan selalu ada koleksi baru yang kami masukkan,” katanya.

Bakal Dilengkapi President Center hingga Hotel

Tahir menambahkan, proyek pengembangan museum akan langsung berlanjut ke tahap kedua. Pada fase ini, pihak pengelola bakal menghadirkan fasilitas President Center yang dilengkapi dengan auditorium konsep tertutup (indoor) maupun terbuka (outdoor).

Setelah fase kedua rampung, pihaknya juga telah merancang usulan pembangunan untuk fase ketiga yang nantinya akan diputuskan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Ini nanti menjadi tanggung jawab Wali Kota Solo yang mengolah. Usulan saya di sana dibangun rumah sakit, hotel, dan untuk umkm menciptakan lapangan kerja,” ungkap dia.

Acara soft opening tersebut dihadiri oleh Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Agus Mulyana, Wali Kota Solo Respati Ardi, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, perwakilan Zigong Dinosaur Museum Tiongkok, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, hingga jajaran tamu undangan dan pelajar. Adapun Wapres Gibran Rakabuming Raka berhalangan hadir karena agenda lain.

Dalam sambutannya, Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, menegaskan bahwa Tahir Solo Museum kini menjadi museum terbesar di Indonesia. Pembentukan Kementerian Kebudayaan di era Presiden Prabowo Subianto juga menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap pemajuan kebudayaan.

“Ini banyak direspons mayarakat dari berbagai komunitas yang sangat peduli terhadap kebudayaan dalam hal ini dengan pembangunan Tahir Solo Museum melalui Pak Tahir,” ujar dia.

Agus menilai keberadaan Tahir Solo Museum merupakan pilar penting dalam memperkuat kebudayaan sebagai kekuatan utama bangsa.

“Semoga museum ini membangun memori kolektif Solo sebagai pusat kebudyaaan Jawa di Indonesia. Solo jadi pusat kebudayaan yang penting, salah satu bentuknya berupa Keraton Solo,” ungkap dia.

Leave a Reply