Anggaran Paskibraka Jateng Susut Jadi Rp500 Juta, Latihan Dipersingkat

Anggaran Paskibraka Jateng Susut Jadi Rp500 Juta, Latihan Dipersingkat
Pasukan pengibar bendera merah putih atau paskibra. (Ilustrasi AI-ChatGPT)

Medianusantara.site, SEMARANG — Anggaran penyelenggaraan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah mengalami efisiensi pada 2026. Anggaran yang sebelumnya lebih dari Rp1 miliar kini hanya tersedia sekitar Rp500 juta-Rp600 juta.

Meski anggaran menyusut hampir separuh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memastikan kuota Paskibraka tidak dikurangi. Sebanyak 45 putra-putri dari 35 kabupaten/kota tetap dipersiapkan untuk bertugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Harso Susilo, mengatakan keterbatasan anggaran membuat sejumlah penyesuaian dilakukan. Salah satunya memangkas masa pemusatan latihan serta meniadakan fasilitas menginap di hotel bagi peserta.

” [Penurunan anggaran] Signifikan banget. Harusnya kalau sisi kebutuhan di atas Rp1 miliar, kita adanya Rp500-600 juta. Jadi kita kurangi hari pemusatan semakin pendek, mereka benar-benar latihan terus,” kata Harso, Sabtu (8/8/2026).

Sebelumnya, Harso menjelaskan anggaran lebih dari Rp1 miliar digunakan untuk kebutuhan pemusatan Paskibraka hingga pembuatan seragam. Namun, efisiensi anggaran membuat panitia harus melakukan penyesuaian pada sejumlah kebutuhan yang masih memungkinkan untuk dihemat.

Pada 2026, seluruh peserta menginap di asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng. Kendati demikian, kebutuhan makan, kesehatan, dan tempat istirahat peserta tetap menjadi perhatian panitia.

“Kita berikan yang terbaik meskipun hanya di BPSDMD, tidak di hotel. Itu salah satu dampaknya [efisiensi anggaran],” bebernya.

Kuota Paskibraka Tetap 45 Orang

Harso mengatakan kebijakan efisiensi bukan hal baru karena penyesuaian fasilitas telah dimulai sejak tahun lalu.

Pemusatan Paskibraka juga telah dipindahkan ke BPSDMD sebagai bagian dari upaya menghemat anggaran tanpa mengurangi kualitas pembinaan. Bahkan, sempat muncul opsi mengurangi jumlah peserta menjadi 35 orang. Namun, usulan tersebut tidak diambil karena dikhawatirkan mengurangi keterwakilan daerah.

“Semula itu 35, tapi saya tetap pertahankan di sini jadi 45,” akunya.

Saat ini, sebanyak 45 anggota Paskibraka telah menjalani pemusatan di BPSDMD Jateng. Mereka merupakan hasil seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota sebelum disaring di tingkat provinsi.

Selama pemusatan, peserta mengikuti latihan baris-berbaris setiap pagi dan sore. Sementara malam hari dimanfaatkan untuk pembekalan teori, penguatan karakter, serta wawasan kebangsaan sebagai bekal menjalankan tugas.

Leave a Reply