410 Mahasiswa KKN UTP Surakarta Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

410 Mahasiswa KKN UTP Surakarta Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan sebelum mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di GOR UTP Surakarta, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Senin (3/8/2026). (Istimewa)

Medianusantara.site, SOLO — Sebanyak 410 mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Sragen. Mereka mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Acara pelepasan peserta KKN secara resmi dilaksanakan di GOR UTP Surakarta, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum dimulainya pengabdian mahasiswa sekaligus penguatan komitmen terhadap perlindungan selama menjalankan aktivitas di lapangan.

Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memberikan rasa aman bagi mahasiswa dalam menjalankan kegiatan KKN yang tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga melibatkan mobilitas dan aktivitas langsung di tengah masyarakat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo, Dian Agung Senoaji, menjelaskan perlindungan bagi mahasiswa yang menjalankan KKN merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang sedang mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Mahasiswa KKN memiliki aktivitas yang cukup dinamis. Mereka tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengabdian. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi penting agar mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan lebih tenang dan terlindungi,” ujar Dian melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian dari ekosistem pekerja yang perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui program perlindungan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mulai mengenal pentingnya mitigasi risiko ketika melakukan aktivitas di luar lingkungan kampus.

“Kami berharap pengalaman selama KKN ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan bagian penting dalam setiap aktivitas produktif. Kesadaran ini diharapkan terus terbawa ketika mereka memasuki dunia kerja nantinya,” jelas dia.

Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Winarti, mengatakan KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa UTP harus hadir bukan hanya sebagai peserta KKN, tetapi sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan solusi, berkolaborasi, dan membawa perubahan positif. Jagalah nama baik almamater dengan menunjukkan sikap yang santun, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata selama berada di tengah masyarakat,” ujar Winarti.

Program sesuai Potensi dan Kebutuhan

Menurut dia, sebanyak 410 mahasiswa tersebut selanjutnya akan menjalankan berbagai program sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pembangunan desa di Kabupaten Sragen.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTP Surakarta, Achmad Fatkhul Aziez, mengatakan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui KKN, mahasiswa belajar mengenali potensi sekaligus tantangan yang ada di desa. Kami berharap seluruh kelompok mampu menyusun dan menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan manfaat dan meninggalkan dampak yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut dia, kolaborasi antara UTP Surakarta, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah desa, dosen pembimbing, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan pelaksanaan KKN yang tidak hanya produktif, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan.

“Dengan terlindunginya 410 mahasiswa KKN UTP Surakarta, pengabdian di Kabupaten Sragen diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang kontribusi yang aman, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” papar dia.

Leave a Reply