Teka-teki ODGJ Meninggal dengan Tangan Terborgol di Wonogiri Terjawab

Teka-teki ODGJ Meninggal dengan Tangan Terborgol di Wonogiri Terjawab
Aparat Polres Wonogiri mengevakuasi jenazah yang ditemukan dengan kondisi kedua tangan terborgol di Desa Temboro, Karangtengah, Wonogiri, Selasa (11/8/2026). (Istimewa/Polres Wonogiri)

Medianusantara.site, WONOGIRI – Polres Wonogiri mengungkapkan teka-teki penemuan jenazah pria dalam keadaan kedua tangan terborgol di area perladangan Dusun Bengle, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, pada Selasa (11/8/2026) lalu. 

Jenazah yang teridentifikasi sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tengah menjalani pengobatan alternatif atau rehabilitasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mahabbatul Qodiri di Brangkal, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, itu disebut kerap berupaya kabur dan melukai diri sendiri. 

Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, saat diwawancarai Espos, Jumat (14/8/2026). Setelah memeriksa sejumlah saksi, polisi menemukan fakta bahwa sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang berinisial R, 54, warga Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, tersebut sempat berupaya melarikan diri dari pondok. 

“Korban diduga melarikan diri ke wilayah Karangtengah dan melintasi medan yang cukup berbahaya. Diduga saat pelarian tersebut korban kelaparan,” kata AKP Anom mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Haris Munandar. 

Saat ditanya penyebab kedua tangan korban terborgol, ia menjelaskan dari keterangan saksi, korban memang dikenal kerap melukai diri sendiri. Karena itu, pengasuh pondok memborgol tangan korban dengan harapan tidak berbuat hal yang sama. 

“Setelah kami memeriksa pihak pondok tersebut, diketahui korban suka melukai diri sendiri, makanya diborgol. Pun sebelumnya ditemukan meninggal, korban ini kerap melarikan diri dari pondok, kami sempat terlibat dalam upaya pencarian pada pelarian sebelumnya. Namun memang yang terakhir ini tidak ada laporan pelarian yang sama hingga akhirnya ditemukan meninggal,” jelasnya. 

Kronologi Penemuan Jenazah

Keluarga korban, lanjut Kasi Humas, telah menjemput jenazah korban sesaat setelah mereka mendapatkan informasi tersebut. “Keluarga mengikhlaskan, dan memang mengetahui kondisi korban sebelum meninggal seperti suka melukai diri dan harus diborgol. Jenazah juga sudah dipulangkan ke rumah duka di Wonosobo,” tambahnya. 

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan oleh warga Bengle, Temboro, Karangtengah, bernama Manto, 60, pada Selasa (11/8/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Manto hendak mencari rumput untuk pakan ternak di lahan miliknya. Namun, ia justru dikagetkan dengan tubuh seorang pria yang tergeletak dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Mendapati kejadian tersebut, Manto langsung bergegas melaporkannya kepada Kepala Dusun (Kadus) Bengle, Danang, 37. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Karangtengah sekitar pukul 17.50 WIB. 

Meski kondisi tangan terikat borgol sempat memicu kecurigaan, AKP Anom menyebut hasil visum luar atau pemeriksaan fisik awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. 

“Hasil pemeriksaan awal di TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kami masih mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lokasi untuk memastikan kronologi maupun penyebab kematiannya,” kata AKP Anom.

Leave a Reply