Medianusantara.site, NOVOSIBIRSK – Tim Peneliti Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melaksanakan penelitian lanjutan di MAOU Secondary General School No. 220, sebuah sekolah negeri di pinggiran Kota Novosibirsk, Rusia, pada 23 Oktober 2026 lalu.
Upaya mengembangkan pembelajaran sains yang kontekstual dan inovatif terus dilakukan Tim Peneliti UIN Saizu melalui penelitian kolaboratif lintas negara. Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Moh. Roqib bersama anggota tim Dr. Siti Sarah dari UIN Saizu dan Prof. Petrova Irina Vitalievna dari Novosibirsk State Pedagogical University (NSPU).
Prof. Roqib menyebutkan, kegiatan ini menjadi bagian dari penelitian bertema “Pembelajaran Sains Kontekstual Sekolah Dasar di Indonesia dan Rusia” yang berupaya mengkaji praktik pembelajaran sains dalam dua lingkungan pendidikan dengan karakteristik berbeda.
MAOU Secondary General School No. 220 menjadi salah satu lokasi penting dalam penelitian ini. Meski baru berdiri sekitar tiga tahun, sekolah negeri tersebut telah didukung fasilitas pendidikan yang lengkap serta tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai dan kompeten.
Salah satu pendekatan yang menarik perhatian tim peneliti adalah pembelajaran kreatif berbasis laboratorium yang mengintegrasikan pengalaman belajar dengan pengamatan dan pemahaman terhadap lingkungan sekitar.
Rangkaian penelitian diawali dengan observasi langsung proses pembelajaran di kelas selama satu jam pelajaran atau sekitar 45 menit. Dalam kesempatan tersebut, pembelajaran mengangkat tema lingkungan sebagai konteks untuk mengamati bagaimana konsep sains disampaikan, dipahami, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Setelah observasi, tim peneliti melanjutkan kegiatan dengan wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di ruang kepala sekolah. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka sehingga memungkinkan tim memperoleh gambaran lebih utuh mengenai pengelolaan pembelajaran, dukungan fasilitas, serta peran sumber daya manusia dalam menunjang proses pendidikan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi media konfirmasi terhadap temuan penelitian sebelumnya dan hasil Focus Group Discussion (FGD). Dengan demikian, data yang diperoleh tidak hanya bersumber dari hasil diskusi, tetapi juga diperkuat melalui pengamatan langsung terhadap praktik pembelajaran di lapangan.
Penelitian kolaboratif Indonesia-Rusia ini memiliki arti penting karena mempertemukan dua lingkungan pendidikan dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Indonesia memiliki kekuatan pada keberagaman budaya lokal dan kearifan masyarakat, sementara Rusia dikenal dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dukungan infrastruktur pendidikannya.
Perbedaan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang menarik untuk mengidentifikasi keunggulan, tantangan, dan peluang pengembangan pembelajaran sains kontekstual di masing-masing negara. Pendekatan yang diterapkan di Rusia dapat memberikan perspektif baru, sebagaimana kekayaan budaya lokal Indonesia juga berpotensi menjadi sumber belajar sains yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Melalui observasi dan wawancara lanjutan ini, tim peneliti berharap dapat memperjelas sekaligus memperkuat hasil penelitian tentang pembelajaran sains kontekstual di sekolah dasar Indonesia dan Rusia. Hasil kajian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran sains yang kreatif, relevan dengan lingkungan, serta mampu menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan realitas kehidupan peserta didik.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional UIN Saizu sekaligus memperkaya perspektif pengembangan pendidikan melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antarnegara.(NA)

Leave a Reply