Medianusantara.site, PURWOKERTO-Upaya penguatan bidang alumni di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir, kampus ini berhasil meningkatkan pemetaan jejak lulusan melalui program tracer study yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji dalam laporan tahunannya menjelaskan, bahwa tracer study kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap administrasi akreditasi, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk membaca kualitas lulusan dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pelacakan alumni menjadi salah satu cara universitas memahami perkembangan karier lulusan sekaligus memperbaiki sistem pendidikan agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. “Tracer study memberi gambaran nyata tentang posisi lulusan di dunia kerja,” ujarnya.
Data ini menjadi dasar bagi universitas untuk melakukan perbaikan kurikulum, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai mitra. UPT Pengembangan Karir UIN Saizu mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah alumni yang berhasil terlacak dalam program tracer study selama periode 2023–2025.
Data yang dihimpun menunjukkan:
- 1.083 alumni lulusan 2023 berhasil terlacak
- 2.556 alumni lulusan 2024 berhasil terlacak
- 2.884 alumni lulusan 2025 berhasil terlacak
Peningkatan jumlah data tersebut menunjukkan semakin kuatnya sistem pelacakan alumni yang dibangun universitas. Selain itu, data ini juga menjadi modal penting bagi kampus dalam mengukur kualitas lulusan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UIN Saizu.
Meski capaian tracer study meningkat, laporan tersebut juga mencatat adanya perubahan pada median masa tunggu kerja lulusan UIN Saizu. Pada tahun 2023, masa tunggu kerja lulusan tercatat 5,1 bulan, kemudian meningkat menjadi 5,9 bulan pada 2024, dan 7,5 bulan pada 2025.
Menurut Prof. Sunhaji, peningkatan ini tidak lepas dari semakin ketatnya persaingan di pasar kerja serta perubahan kebutuhan industri yang menuntut kompetensi lebih spesifik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, UIN Saizu telah menjalankan berbagai langkah strategis, di antaranya:
- Program pembekalan karier bagi mahasiswa tingkat akhir
- Campus hiring bersama mitra industri
- Perluasan jaringan kerja sama dengan perusahaan dan lembaga
- Sertifikasi kompetensi berbasis profesi
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyerapan lulusan di dunia kerja dan menekan masa tunggu hingga di bawah 6 bulan, sesuai standar indikator kinerja perguruan tinggi unggul.
Selain masa tunggu kerja, laporan UPT Pengembangan Karir juga menunjukkan indikator positif terkait relevansi pekerjaan alumni dengan bidang ilmu yang dipelajari. Pada tahun 2025, tercatat 73 persen alumni bekerja pada bidang yang sangat erat atau erat dengan disiplin ilmunya.
Rinciannya sebagai berikut:
- Sangat erat: 663 orang (49%)
- Erat: 331 orang (24%)
- Cukup erat: 239 orang (18%)
- Tidak erat: 64 orang (5%)
- Kurang erat: 57 orang (7%)
Menariknya, kategori “sangat erat” meningkat dari 39 persen pada 2024 menjadi 49 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak lulusan UIN Saizu yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan kompetensi akademiknya.
Prof. Sunhaji menilai peningkatan relevansi pekerjaan alumni menjadi indikator penting bahwa kurikulum dan proses pembelajaran di UIN Saizu semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja. “Ini menjadi sinyal positif bahwa lulusan kita semakin kompetitif dan mampu mengisi berbagai sektor pekerjaan sesuai keahliannya,” ujarnya.
Ke depan, UIN Saizu akan terus memperkuat program pengembangan karier, memperluas jaringan industri, serta meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan semakin siap menghadapi dinamika pasar kerja. (NA)
Leave a Reply