Mei Ini Ada 8 Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Jurug, karena Masalah Pinjol-KDRT

Mei Ini Ada 8 Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Jurug, karena Masalah Pinjol-KDRT
Motif batik kawung di ujung jembatan Jurug B.. (Daerah.com/Joseph Howi Widodo)

Medianusantara.site, SOLO – Jembatan Jurug yang berlokasi di Kota Solo semakin sering digunakan untuk tempat percobaan bunuh diri. Totalnya ada delapan orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Mereka memiliki masalah kesehatan mental.

Anggota SAR Perum Jasa Tirta (PJT) Jurug, Rivaldo Ardi Pratama alias Nando, menjelaskan ada delapan orang yang melakukan percobaan bunuh diri sejak awal Mei 2026 sampai 16 Mei 2026. Satu orang atau orang terakhir sudah sampai masuk aliran sungai.

“Yang paling mendekati percobaan bunuh diri tiga sampai empat orang. Yang terakhir nyemplung, berhasil diselamatkan, kondisinya sadar,” kata dia kepada Espos melalui telepon, Sabtu (16/5/2026).

Dia menjelaskan delapan orang yang melakukan percobaan bunuh diri tersebut berasal dari Soloraya dan satu orang dari Palembang. Mereka merupakan lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan. Mereka adalah orang dewasa dan satu orang pelajar dari Colomadu, Karanganyar.

“Alasannya variasi, ada yang memiliki masalah ekonomi, masalah keluarga, KDRT [kekerasan dalam rumah tangga], ada  masalah judol, pinjol [pinjaman online]. Itu psikis, mereka mengalami gangguan mental,” ungkap dia.

Dia menjelaskan SAR PJT memiliki tugas pokok pemantauan air serta menjadi anggota SAR khususnya di Sungai Bengawan Solo. SAR PJT kerap membantu warga menyediakan ambulans serta menolong warga yang membutuhkan bantuan khususnya terkait hal-hal mencurigakan ke arah percobaan bunuh diri.

“Selama ini percobaan bunuh diri terpantau, hanya yang kecolongan [masuk sungai] satu orang kemarin. Warga yang lewat jembatan sudah tahu ada Pos SAR. Apabila tahu ada hal-hal mencurigakan datang ke pos yang bersiaga 24 jam,” ungkap dia.

Dia menyarankan pemerintah agar memasang kawat atau pembatas dengan ketinggian minimal dua meter pada jembatan sebagai antisipasi digunakan untuk lokasi bunuh diri oleh warga.

Ada tiga jembatan di kawasan tersebut, yakni jembatan paling lama atau jembatan di utara, jembatan tengah atau jembatan paling baru untuk arus kendaraan barat ke timur, serta jembatan paling selatan untuk arus kendaraan dari arah timur ke barat.

“Yang mengkhawatirkan jembatan lama, jarang orang tahu, terakhir di situ ada empat orang namun semuanya terselamatkan. Untuk akses ke sana rumit, ditutup apalagi jembatan sudah rusak, saya keblegong jembatan saat evakuasi,” ujar dia.

Menurut dia, jembatan dengan tiang merah atau jembatan yang paling baru digunakan satu orang untuk percobaan bunuh diri. Dan sisanya melakukan percobaan bunuh diri di jembatan arus lalu lintas dari timur ke barat.

Disclaimer: Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.

Leave a Reply