Wali Kota Solo Dorong Pendidikan Nonformal Jadi Bekal Masa Depan Pelajar

Wali Kota Solo Dorong Pendidikan Nonformal Jadi Bekal Masa Depan Pelajar
Wali Kota Solo Respati Ardi. (Daerah/Wahyu Prakoso)

Medianusantara.site, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong pendidikan nonformal menjadi bekal masa depan pelajar di Kota Bengawan.

Hal tersebut disampaikan Respati saat menghadiri Pendidikan Non Formal Festival (PNFest) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Solo di Balai Kota Solo, Jumat (15/5/2026) malam.

Respati mengapresiasi kegiatan yang berkolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tersebut. Dia berpesan agar pelatihan yang diberikan dapat menyesuaikan kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Ini rutin dibuat jadi saya mendorong dan mengajak rekan-rekan LKP untuk membuat pelatihan kerjanya sesuai dengan market yang ada saat ini. Jangan sampai pelatihan kerjanya tidak bisa terserap di dunia kerja,” kata Respati saat memberikan sambutan.

Sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Solo, Respati memastikan kegiatan serupa akan terus dikembangkan. Dia meminta sekolah-sekolah mengajak para murid mengenal dunia kerja sejak dini.

“Dan kami pastikan di tahun ini, karena kami kewenangan hanya di SMP, anggaran BOSDA [Bantuan Operasional Sekolah Daerah] ini kami dua kali lipatkan. Dan saya harapkan banyak di SMP-SMP di Solo kegiatannya dibanyakin keluar-keluar sekolah, kursus-kursus harus laris LKP,” beber dia.

Menurut Respati, pendidikan nonformal perlu diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kursus keterampilan yang mampu mengembangkan soft skill siswa.

“Ini saatnya pendidikan nonformal ini mulai. Nanti Pak Kadisdik mohon segera disampaikan ke kepala-kepala sekolah agar diubah, banyak ekskul [ekstrakurikuler] dan kursus biar ada pengembangan soft skill kepada anak-anak,” tambahnya.

Wali Kota Solo juga menekankan pentingnya pembekalan bahasa asing bagi pelajar. Menurut dia, kemampuan bahasa asing menjadi kebutuhan penting di dunia kerja saat ini.

“Dan juga kursus bahasa, bahasa Inggris sudah pasti untuk membekali anak kita yang ingin bekerja di luar negeri, kursus bahasa Jepang ini untuk mendukung program Rumah Siap Kerja. Dan terakhir kursus bahasa Mandarin, ini harus dikembangkan dan saya harap anak-anak kita mulai dari SMP bisa dibekali dengan keahlian itu,” ujar dia.

Leave a Reply