Medianusantara.site, MAGETAN — Warga di kawasan Jalan Bangka, Kelurahan Kepolorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pengamen keliling di dalam kamar kos, Sabtu (16/5/2026). Penemuan jasad pria asal Ponorogo tersebut sempat membuat penghuni kos dan warga sekitar panik sebelum akhirnya dievakuasi petugas kepolisian bersama tim medis.
Kapolsek Magetan Kota, AKP Ika Wardani, mengatakan pria tersebut bernama Rendy Junifian Politon, 37, warga Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Berdasar informasi yang dihimpun, korban bekerja sebagai pengamen keliling di sejumlah titik di wilayah Magetan dan tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
Menurutnya, penemuan korban bermula saat penghuni kos merasa curiga karena Rendy tidak kunjung keluar kamar sejak pagi hari. Biasanya, korban sudah terlihat beraktivitas atau keluar untuk bekerja. Namun hingga siang, pintu kamar korban tetap tertutup rapat.
“Awalnya ada laporan masuk dari call center 110, lalu kami menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi serta melakukan olah TKP,” ujarnya.
Ika menjelaskan, meninggalnya pria itu diketahui berawal dari sejumlah penghuni kos yang mencoba memanggil korban dari luar kamar, tetapi tidak ada jawaban. Karena curiga terjadi sesuatu, warga akhirnya melakukan pengecekan ke dalam kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan itu sontak membuat geger warga sekitar. Beberapa penghuni kos terlihat syok, sementara warga lain berkerumun di lokasi untuk mengetahui kejadian tersebut.
Rekan korban menyebut, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Rendy sempat mengeluhkan sakit pada bagian lambung. Korban juga terlihat lemas dan tidak seperti biasanya. Teman-temannya bahkan sempat membelikan obat asam lambung karena khawatir dengan kondisi korban yang terus menurun.
“Sempat dibelikan obat, perkiraan sudah meninggal sejak tadi malam,” jelasnya.
Kapolsek Magetan kota itu menambahkan, petugas kepolisian bersama tim medis yang mendatangi lokasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut serta koordinasi dengan pihak keluarga di Ponorogo.
“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata dia.

Leave a Reply