Medianusantara.site, SOLO — Puluhan karya seni dipamerkan dalam Pameran Konvergensi di Natur Gallery, Jl. Cocak I No. 17C, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo, yang berlangsung pada 3-10 Juli 2026.
Pameran yang digelar Senat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu menghadirkan karya seni lintas medium dari mahasiswa dan alumni.
Kurator pameran, Sigit Purnomo Adi, mengatakan Pameran Konvergensi bukan sekadar ajang memamerkan karya visual. Menurutnya, pameran ini merupakan implementasi konsep kampus berdampak yang mendorong mahasiswa berani memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Melalui pameran tersebut, mahasiswa FSRD UNS didorong untuk mempresentasikan karya di ruang publik, termasuk galeri seni di Kota Solo.
“Mahasiswa tidak boleh hanya berkarya dan berdiam diri di dalam tembok kampus,” ujar Sigit kepada Espos, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan tema konvergensi dimaknai sebagai titik temu antara dua generasi, yakni mahasiswa yang masih menempuh pendidikan dan para alumni FSRD UNS yang telah berkiprah di industri kreatif.
“Biasanya pameran mahasiswa hanya diikuti mahasiswa, sedangkan pameran alumni hanya diikuti alumni. Agar lebih menarik dan berbobot, kami mempertemukan keduanya. Mahasiswa dipamerkan berdampingan dengan alumni dari berbagai program studi, mulai Seni Rupa, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Mode, hingga Desain Interior,” jelasnya.
Menurut Sigit, kolaborasi lintas generasi dan lintas disiplin tersebut menghadirkan keragaman medium karya yang menjadi pembeda dibanding pameran pada umumnya.
Selama ini, kata dia, ruang galeri identik dengan karya seni murni seperti lukisan, patung, keramik, drawing, sketsa, maupun cat air. Namun, Pameran Konvergensi juga menghadirkan karya seni terapan (applied art).
“Selain seni murni, kami juga menampilkan karya-karya berupa produk terapan. Jadi pengunjung bisa melihat keragaman praktik seni dan desain dalam satu ruang,” katanya.
Sebanyak sekitar 22 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Pengunjung dapat menikmati lukisan, karya mixed media, seni grafis, busana rancangan desainer yang dipajang pada manekin, poster desain interior, ilustrasi digital, komik, hingga produk tugas akhir mahasiswa yang telah melalui proses kurasi.
“Pameran ini memang tidak besar, tetapi kami ingin benar-benar memberikan dampak. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa karya desain, ilustrasi, hingga rancangan interior juga layak dipamerkan di galeri seni,” tegasnya.
Selain menjadi ruang apresiasi, pameran juga difungsikan sebagai wadah dialog antara mahasiswa dan alumni. Sigit berharap pertemuan tersebut dapat memunculkan diskusi mengenai proses kreatif, teknik berkarya, hingga profesionalisme di dunia industri.
“Intinya, kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa dunia kerja berbeda dengan dunia perkuliahan. Tugas di kampus hanyalah test case sebelum mereka benar-benar masuk ke industri kreatif,” ujarnya.
Melalui interaksi dengan para alumni, mahasiswa diharapkan memperoleh referensi baru sekaligus memahami tantangan dan kebutuhan dunia kerja secara langsung.

Leave a Reply