Medianusantara.site, KARANGANYAR — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, menarik seluruh menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat pada Rabu (12/8/2026).
Penarikan dilakukan setelah seorang petugas mengalami muntah-muntah usai melakukan pengecekan makanan MBG. Diduga, makanan dari menu ayam rempah ditemukan dalam kondisi kurang layak konsumsi.
Kepala SPPG dari Yayasan Insan Berlian Sejahtera di Dusun Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Abra Yodara Raya, mengatakan indikasi masalah ditemukan saat proses pemasakan batch kedua. Staf dan ahli gizi yang melakukan pengecekan melaporkan adanya ayam yang memiliki bau dan rasa berbeda.
Abra kemudian datang langsung ke dapur untuk mengecek makanan tersebut. Dia mengatakan dirinya ikut mencicipi ayam yang terindikasi bermasalah tersebut. Setelah mencicipi makanan itu, Abra mengaku mengalami muntah-muntah.
“Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi. Dampaknya ke saya, tadi muntah. Tidak diare, cuma muntah saja tiga kali,” kata Abra.
Meski demikian, Abra mengatakan pihaknya tidak langsung menyimpulkan makanan tersebut menyebabkan keracunan. Dia memilih menghentikan distribusi sebagai langkah antisipasi karena keamanan pangan menjadi prioritas.
“Daripada ada apa-apa, makanan untuk batch kedua tidak didistribusikan,” ujarnya.
Menu Ayam Rempah
Menurut Abra, makanan yang terindikasi bermasalah merupakan menu ayam rempah. Indikasi tersebut diketahui dari bau dan rasa ayam yang dianggap tidak normal.
Dia mengatakan pemeriksaan awal saat bahan ayam diterima menunjukkan kondisi yang baik. Namun, masalah baru terindikasi ketika ayam tersebut masuk dalam proses pemasakan batch kedua.
“Pas pembersihan awal penerimaan itu baik, masih bagus. Terus ketika batch kedua pemasakan, staf sama ahli gizi laporan kepada saya bahwasanya ada masakan, ini ada masakan yang rasanya dan baunya kayaknya enggak enak,” jelasnya.
Dari pemeriksaan sementara, SPPG memperkirakan sekitar 10% ayam dalam batch tersebut mengalami masalah. Namun, Abra menegaskan angka tersebut masih merupakan perkiraan.
“Sekitar 90% bagus, tetapi yang 10% mungkin masuk di situ. Itu baru perkiraan kami. Saya cek ada dua baskom yang bermasalah, itu tidak semuanya rusak,” katanya.
Dia menambahkan tidak ada indikasi masalah pada menu makanan lainnya. Setelah memastikan makanan dari batch kedua tidak didistribusikan, Abra langsung memerintahkan jajarannya menghubungi seluruh penanggung jawab dan pengemudi yang sudah membawa makanan menuju lokasi penerima manfaat untuk ditarik.
Langkah tersebut dilakukan agar makanan tidak sempat dibagikan kepada penerima manfaat.
Abra mengatakan makanan yang telah ditarik tidak disimpan untuk dibagikan pada waktu lain. Seluruh makanan dari batch yang terindikasi bermasalah dimusnahkan.
“Makanan kita musnahkan. Kita tidak mau berisiko karena terkait keamanan pangan,” katanya.
Dia memastikan produksi MBG akan kembali dilakukan seperti biasa pada Kamis (13/8/2026). Namun, tidak ada rencana memproduksi makanan dua kali lipat untuk mengganti jatah yang tidak dibagikan pada Rabu.
“Besok bisa masak lagi. Cuma biasa, tidak dua kali lipat,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Abra mengatakan hal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi SPPG Pundungrejo. Pengawasan terhadap bahan pangan, terutama dari pemasok, akan diperketat.
“Yang jelas kami akan memperketat lagi pemilihan dari supplier,” tuturnya.
Dia juga memastikan pengarahan kepada seluruh petugas akan dilakukan secara rutin, mulai dari proses penerimaan bahan, pemasakan, hingga pemorsian dan distribusi.
Abra menegaskan keputusan menarik makanan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan demikian, makanan yang terindikasi tidak layak tersebut tidak sampai dikonsumsi penerima manfaat.
94 Siswa Tak Menerima MBG
Guru SD Negeri 2 Jati, Roni, mengatakan kendaraan pengantar MBG sempat tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, makanan belum sempat diturunkan ketika petugas meminta kendaraan kembali.
Akhirnya, sebanyak 94 siswa SD Negeri 2 Jati tidak menerima MBG pada hari tersebut. “Mobilnya datang, terus belum sampai diturunkan, sudah langsung kembali lagi. Jadi belum diturunkan, baru masuk ke sekolahan,” ujar Roni.
Pihak sekolah kemudian menyampaikan kepada siswa bahwa MBG tidak dibagikan pada hari tersebut. Hingga makanan ditarik, pihak sekolah menyatakan MBG belum sempat dibagikan kepada siswa SD Negeri 2 Jati.

Leave a Reply