Medianusantara.site, SEMARANG—Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terus memperkuat budaya riset dan internasionalisasi melalui Workshop Research Management dan International Collaborations, Rabu (30/9/2026).
Bertempat di Ruang Sidang Lantai 6 Gedung KH Sholeh Darat, Kampus 1 Unwahas, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas sivitas akademika dalam mengelola penelitian sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Workshop menghadirkan Prof. Anis Malik Toha, M.A., Ph.D. dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam.
Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas Dr. H. Agus Riyanto, S.IP, M.Si, mengungkapkan kehadiran Prof. Anis menjadi bagian dari upaya Unwahas untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik dengan mitra perguruan tinggi internasional.
Dia menambahkan, peserta workshop adalah perwakilan dosen dari 27 prodi di lingkungan Unwahas.
Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM, dalam sambutannya menegaskan pengelolaan penelitian memiliki posisi strategis bagi perguruan tinggi di era global.
Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga harus mampu menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Penelitian tidak boleh berhenti pada proposal, pelaksanaan, dan laporan. Penelitian harus dikelola sebagai sebuah ekosistem yang terintegrasi.”
Ekosistem tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari perumusan ide, pengembangan proposal, pencarian pendanaan, pelaksanaan riset, publikasi, pengembangan jejaring, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat dan pembangunan.
Karena itu, para dosen dan peneliti Unwahas didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan penelitian, tetapi juga memikirkan kualitas publikasi, jejaring dengan peneliti dari perguruan tinggi lain, relevansi hasil penelitian terhadap persoalan masyarakat, serta kontribusi riset Unwahas dalam percakapan akademik di tingkat internasional.
Internasionalisasi Perlu Menjadi Bagian dari Academic Culture
Selain manajemen riset, workshop juga mengangkat tema International Collaborations. Penguatan kolaborasi internasional menjadi bagian dari komitmen Unwahas dalam mengembangkan internasionalisasi sebagai salah satu semangat IDEA Unwahas: Internasionalisasi, Digitalisasi, Entrepreneurship/Leadership, dan Aswaja.
Rektor menekankan internasionalisasi tidak semata-mata diwujudkan melalui aktivitas pengiriman atau penerimaan mahasiswa dan dosen dari luar negeri. Lebih dari itu, internasionalisasi perlu menjadi bagian dari academic culture di lingkungan Unwahas.
Salah satu bentuk konkretnya adalah pengembangan kolaborasi riset internasional. Melalui kerja sama tersebut, dosen dan peneliti Unwahas dapat bertukar pengetahuan, memperluas jejaring akademik, melaksanakan joint research, menghasilkan joint publication, mengikuti forum ilmiah internasional, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di berbagai negara.
Workshop Research Management dan International Collaborations secara resmi dibuka oleh Rektor Unwahas. Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan gagasan-gagasan baru, memperluas jejaring akademik, serta melahirkan kolaborasi penelitian yang memberikan manfaat bagi Unwahas, masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.
Melalui penguatan manajemen penelitian dan kolaborasi internasional, Unwahas terus mendorong terbentuknya ekosistem riset yang terintegrasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memiliki kebermanfaatan yang lebih luas. (NA)

Leave a Reply