Istri Jadi Rival, 10 Pasutri Berebut Kursi Kepala Desa di Pilkades Sukoharjo

Istri Jadi Rival, 10 Pasutri Berebut Kursi Kepala Desa di Pilkades Sukoharjo
Bakal Calon Kepala Desa Cangkol petahana, Sriyono mendaftar mengikuti kontestasi pilkades di sekretariat panitia pilkades, Jumat (2/10/2026).

Medianusantara.site, SUKOHARJO — Sebanyak 10 bakal calon kepala desa (cakades) petahana bakal bersaing dengan istri sendiri dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukoharjo. Fenomena ini muncul lantaran dominasi kuat bakal cakades petahana sehingga tidak ada figur tokoh lain yang berani maju sebagai penantang.

Masa pendaftaran bakal calon kepala desa ditutup pada Kamis (8/10/2026) sore. Total jumlah pendaftar bakal calon kepala desa sebanyak 383 orang. Perinciannya, bakal calon kepala desa laki-laki sebanyak 334 orang dan perempuan 49 orang. 

Dari angka itu, ada 10 pasutri yang turut meramaikan kontestasi pesta demokrasi terbesar di level desa. Para pasutri ini menjadi kandidat bakal cakades di wilayahnya masing-masing. Perinciannya, tiga pasutri di wilayah Kecamatan Polokarto, satu pasutri di Mojolaban, dua pasutri di Grogol, dua pasutri di Gatak, satu pasutri di Tawangsari, dan satu pasutri di Bulu.

Salah satunya, pasutri Sriyono-Sunarsih yang bersaing di Pilkades Cangkol, Kecamatan Mojolaban. Sriyono merupakan Kepala Desa Cangkol sekaligus bakal cakades petahana atau incumbent. Sriyono dan Sunarsih berangkat bareng dari rumah untuk mendaftar ke sekretariat panitia Pilkades pada 2 Oktober 2026.

“Saya mendaftar sebagai bakal calon kepala desa bersama istri. Satu mobil diantar anak. Setelah saya rampung mendaftar, giliran istri yang menyerahkan berkas administrasi persyaratan bakal cakades” kata Sriyono, Minggu (11/10/2026).

Hingga masa pendaftaran ditutup, tidak ada figur tokoh lain yang berani maju sebagai penantang. Hal ini mencerminkan dominasi kuat bakal cakades di berbagai aspek sehingga membuat nyali warga yang berniat maju sebagai calon menciut.

Akibatnya, istri didorong maju sebagai bakal cakades agar pilkades bisa berjalan mengingat syarat minimal jumlah cakades minimal dua orang.

“Semula, saya tidak berniat maju lagi sebagai kandidat pilkades. Namun, masyarakat meminta saya untuk melanjutkan program pembangunan desa yang belum rampung. Mereka meminta saya untuk menjadi kepala desa satu periode lagi,” ujar dia.

Hal serupa dilakukan Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin yang juga bakal bersaing dengan istri sendiri dalam pilkades. Samsul merupakan kepala desa termuda di Sukoharjo saat pilkades serentak digulirkan pada 2018.

Samsul tak mempermasalahkan apabila ada warga yang memilih istrinya. Warga memiliki hak politik untuk memilih cakades sesuai hati nuraninya.

“Bagi saya, hal paling penting pilkades bisa berjalan mengingat syarat minimal calon kades adalah dua orang. Masyarakat juga sudah paham atas kondisi ini. Jika pilkades hanya diikuti satu calon harus perpanjangan masa pendaftaran dan melawan kotak kosong. Ini terlalu beresiko dalam kontestasi pilkades,” ujar dia. 

Leave a Reply