Medianusantara.site, SRAGEN — Hujan deras diikuti angin kencang melanda wilayah Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, khususnya di Desa Gemantar, Minggu (1/11/2026) malam. Akibatnya, satu rumah roboh, satu rumah rusak tertimpa pohon, dan satu rumah rusak bagian atap karena gentingnya beterbangan. Kerugian akibat bencana alam tersebut mencapai Rp45 juta.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen di bawah koordinasi Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, melakukan assessment ke lokasi kejadian bencana pada Senin (2/11/2026). Tim BPBD melakukan penanganan dampak angin kencang di Mondokan dan baru selesai pukul 13.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, kepada Espos, Senin siang, mengungkapkan ada tiga rumah yang terdampak bencana angin kencang di Mondokan, yakni satu rumah rusak berat karena roboh, dua rumah lainnya rusak sedang dan rusak ringan. Dia mencatat ada tiga pohon yang tumbang, 5.000 buah genting rusak, dan tiga lembar galvalume rusak.
“Hujan deras disertai angin kencang terjadi pada pukul 17.50 WIB dan mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh di wilayah Dukuh Beku, Desa Gemantar. Rumah roboh berukuran 12 meter x 8 meter diketahui milik Ranto, 30, warga setempat dengan kerugian Rp20 juta,” kata dia.
Kemudian rumah yang rusak sedang lantaran tertimpa pohon tumbang, jelas dia, milik Totok Harianto, 44, warga Dukuh Beku RT 008, Gemantar. Pohon tumbang itu, kata dia, merusak bangunan utama rumah dan dapur.
“Ada tiga pohon yang tumbang menimpa bangunan utama berukuran 8 meter x 9 meter, dapur ukuran 4 meter x 9 meter, dan kandang sapi berukuran 4 meter x 5 meter. Dampaknya 2.000 buah genting rusak, tiga kayu blandar dan 10 kayu usuk rusak. Kerugian Rp15 juta,” jelas dia.
Triyono melanjutkan rumah yang rusak ringan milik Warti, 41, warga setempat. Dia mengatakan kerusakan pada atap karena galvalumnya terbang dengan panjang 8 meter x 3 meter, sehingga kerugian Rp10 juta.
Triyono mengatakan proses penanganannya BPBD dibantu personel TNI, Polri, aparatur Kecamatan Mondokan, perangkat Desa Gemantar, Tagana Sragen, SAR PSHT Ranting Karangmalang, Pramuli, Senkom Rescue, Tanon Rescue, dan warga setempat.

Leave a Reply