Baznas Karanganyar Suntik Modal 258 UMKM, Tiap Pelaku Usaha Terima Rp1 Juta

Baznas Karanganyar Suntik Modal 258 UMKM, Tiap Pelaku Usaha Terima Rp1 Juta
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat memberikan sambutan kepada para pelaku UMKM, Rabu (4/11/2026).

Medianusantara.site, KARANGANYAR — Sebanyak 258 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan permodalan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar. Masing-masing pelaku usaha mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta untuk memperkuat modal usaha yang dijalankan.

Total bantuan permodalan yang disalurkan mencapai Rp258 juta. Program tersebut menjadi salah satu upaya Baznas Karanganyar dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu melalui pemanfaatan dana zakat produktif. Penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (4/11/2026).

Wakil Ketua Baznas Karanganyar, Danang Warsito, mengatakan penerima bantuan merupakan pelaku UMKM yang masuk kategori asnaf penerima zakat, terutama golongan fakir dan miskin. Dia mengatakan bantuan permodalan tersebut diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha sekaligus memberikan dorongan untuk mengembangkan usaha mereka.

Menurutnya, Baznas tidak ingin bantuan yang diberikan hanya bersifat sementara. Melalui program tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat kemandirian ekonomi.

“Harapannya bisa meringankan pelaku UMKM, dan nantinya biar tambah semangat. Karena Baznas tidak hanya sifatnya untuk bantuan sesaat, tapi bisa lebih produktif dan nantinya bisa mengembangkan usahanya,” ujar Danang di sela-sela penyaluran bantuan.

Danang menjelaskan pengajuan bantuan dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha dari berbagai wilayah di Karanganyar. Mereka mengajukan permohonan dengan menyerahkan sejumlah berkas persyaratan ke kantor Baznas untuk selanjutnya diproses secara bertahap.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi pemohon yakni melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Persyaratan tersebut menjadi bagian dari mekanisme verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Adapun jenis usaha penerima bantuan cukup beragam. Mulai dari pedagang cilok hingga pelaku usaha perdagangan mikro lainnya.

“Bantuan modal Rp1 juta ini kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk menambah stok dagangan, memenuhi kebutuhan operasional, maupun mengembangkan skala usaha,” katanya.

Danang mengatakan penyaluran bantuan permodalan merupakan bagian dari upaya Baznas membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dana zakat yang dihimpun diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi penerima manfaat.

“Inilah semangat yang ingin kita bangun bersama. Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kemandirian; bukan sekadar meringankan beban, tetapi membuka jalan menuju kesejahteraan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, meminta para pelaku UMKM memanfaatkan bantuan permodalan tersebut secara optimal. Dia berharap tambahan modal itu dapat menjadi pendorong bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan bisnisnya.

Rober juga mengingatkan pelaku UMKM agar tetap menjaga optimisme di tengah dinamika perekonomian. Selain memperhatikan kualitas produk, kebersihan dan higienitas dagangan juga menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

“Semoga fasilitas maupun bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal demi memperkuat daya saing. Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen penuh mengawal dan memfasilitasi para pelaku UMKM agar terus berkembang, memajukan usahanya,” ungkap Rober.

Dia menambahkan Pemkab Karanganyar terus berupaya memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM. Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan dan program afirmatif agar pelaku usaha lokal mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Rober berharap pelaku UMKM tidak mudah menyerah menghadapi persaingan usaha. Dengan dukungan permodalan serta peningkatan kualitas produk dan pemasaran, sektor UMKM di Karanganyar diharapkan semakin kuat dalam menopang perekonomian masyarakat.

Leave a Reply